Pameran digelar di Gedung Nusantara atau lebih dikenal sebagai gedung kura-kura kompleks Parlemen Senayan.
Batu mulia dan akik dipamerkan dari koleksi pimpinan DPR seperti Fadli Zon, Dicky Chandra mantan Wakil Bupati Garut, sampai pejabat-pejabat Sekretariat Jenderal DPR RI.
Batu-batu cincin yang dipamerkan ini di antaranya jenis Bacan, Kalimaya Banten, Raflesia Bengkulu, Ijo Garut, Lavender Baturaja, Black Jade dan Idocrase dari Aceh, serta Pancawarna dan Endong dari Garut.
Fadli Zon Wakil Ketua DPR RI mengatakan batu mulia dan akik saat ini memang menjadi fenomena dan mampu menggerakan ekonomi masyarakat.
“Batu mulia, batu akik ini salah satu fenomena yang luar biasa berkembang satu tahun belakangan ini. Dan juga ikut menggerakkan ekonomi rakyat dan UMKM,” ujar Fadli dalam pidato pembukaan pameran, Senin (8/6/2015).
Fenomena batu akik, kata Fadli, tidak hanya terjadi di satu atau dua propinsi dan kabupaten, tetapi merata di seluruh Indonesia. Hal ini perlu mendapat perhatian dan apresiasi.
“Anggota DPR yang ikut dalam pameran ini, berarti juga ikut mendorong ekonomi rakyat dan ikut mempromosikan juga,” paparnya.
Fadli mengungkapkan, di tengah himpitan ekonomi, masyarakat mendapat hiburan dengan fenomena batu akik ini, sehingga Indonesia tidak terjadi, huru-hara, kerusuhan, bahkan ancaman revolusi.
“Jadi saya kira, pemerintahan sekarang ini agak tertolong oleh batu akik,” tandasnya.
Setelah pidato pembukaan pameran, Setyo Novanto ketua DPR dan beberapa anggota DPR berjalan melihat batu-batu akik yang dipamerkan.(faz/iss/ipg)
Teks Foto:
– Setya Novanto Ketua DPR RI saat melihat-lihat akik di pameran batu mulia dan akik di DPR.
Foto: Faiz suarasurabaya.net
NOW ON AIR SSFM 100
