Kamis, 9 April 2026

Presiden Yakinkan Investor Jerman untuk Investasi di Indonesia

Laporan oleh Jose Asmanu
Bagikan
Joko Widodo Presiden saat memberikan pidato sambutan di Forum Bisnis Indonesia-Jerman di Ballroom Hotel Adlon Kempinski, Berlin, Jerman, Senin (18/4/2016). Foto: Setpres

Joko Widodo Presiden menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Jerman di Ballroom Hotel Adlon Kempinski, Berlin, Jerman, Senin (18/4/2016).

Forum Bisnis Indonesia-Jerman ini mempertemukan investor dan pemerintah kedua negara untuk membicarakan investasi jangka panjang.

Di hadapan para pengusaha dari kedua negara, Presiden RI menegaskan keinginan Indonesia untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dengan Jerman.

Presiden mengatakan, di tengah berbagai tantangan ekonomi global, Indonesia menunjukkan ketahanan, bahkan pertumbuhan yang mengejutkan. Di luar perkiraan, GDP Indonesia tumbuh mencapai 5,03% di kwartal ke-4 tahun 2015. Berdasarkan data Asian Development Bank, minat untuk investasi di Indonesia saat ini berada pada titik tertinggi sepanjang sejarah.

“Ini artinya apa? Saya yakin Indonesia telah memiliki perekonomian yang stabil,” ucap presiden.

Stabilitas ekonomi Indonesia, menurut Joko Widodo Presiden dapat dicapai karena pembangunan infrastruktur dan investasi sebagai dua mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia telah menunjukkan hasil dan terobosan yang nyata.

“Anda boleh cek ke jurnalis di Indonesia, cek ke duta besar di Jakarta. Saya percaya banyak yang terkejut dengan pembangunan infrastruktur saat ini di Indonesia,” ujar presiden.

Salah satu contohnya adalah kerja sama pembangunan jalur kereta cepat Bandung-Jakarta. Dengan adanya kerja sama ini, Tiongkok akan membangun pabrik di Indonesia yang tidak hanya akan memproduksi, tapi juga mengekspor perangkat kereta cepat ke seluruh Asia Tenggara.

Presiden juga memaparkan mengenai kebijakan ekonomi pemerintah yang sebagian inspirasinya diperoleh dari pengalaman negara-negara Eropa dalam mengahadapi krisis ekonomi.

“Saya suka bagaimana kultur Jerman melakukan bisnis, saya juga sama, saya tidak suka terlalu banyak bicara, saya senangnya banyak bekerja,” ujar Presiden.

Presiden juga meyakinkan kepada para pengusaha Jerman untuk dapat berinvestasi di Indonesia karena Presiden bertekad akan terus memperbaiki iklim investasi di Indonesia. “Saya akan terus mereformasi, saya akan terus menyederhanakan perizinan, saya akan membuat perekonomian Indonesia terbuka,” kata presiden.

Presiden juga melakukan beberapa pertemuan dengan sejumlah CEO perusahaan terkemuka Jerman yang bertempat di Hotel Adlon Kempinski, Berlin diantaranya Meyer Werf GmbH & Co.KG, Ferrostaal GmbH, Bayer AG, Siemens AG, Daimler AG dan Deutsche Bank AG.

Dalam rangka kunjungan kali ini juga telah ditandatangani sejumlah kesepakatan kerja sama antara perusahaan Jerman dan Indonesia dengan total nilai kesepakan sebesar US$ 845,6 juta antara lain oleh PT Aneka Tambang dengan Ferrostaal, PT Pelni dengan Meyer Werft, PT Pindad dengan Junggans Microtech, APRIL dengan Inapa dan PT PLN dengan Siemen.

Kunjungan Presiden RI ke Jerman dibarengi dengan 42 delegasi pengusaha Indonesia dari berbagai bidang. Peningkatan kerja sama ekonomi menjadi fokus utama dengan prioritas pada penyelesaian perundingan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan Uni Eropa.(jos/iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Kamis, 9 April 2026
26o
Kurs