Senin, 30 Maret 2020

Unair Segera Bangun Pusat Pembelajaran Perdagangan Berjangka Komoditi

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Ilustrasi

Universitas Airlangga bekerja sama dengan PT Rifan Financindo Berjangka (RFB), PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), dan PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) segera membangun fasilitas dan sarana Futures Trading Learning Center (FTLC).

Latar belakang kerja sama ini mengingat belum optimalnya jumlah tenaga pialang Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) di Indonesia, yang mana hingga akhir 2017 lalu, jumlahnya hanya 2.500 orang.

Kerja sama pengadaan fasilitas dan sarana FTLC ini juga bertujuan untuk meningkatkan positivisme citra industri PBK tanah air melalui harmonisasi dunia pendidikan sebagai pusat SDM dan Industri PBK.

Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan oleh Junaidi Khotib Wakil Rektor IV Universitas Airlangga, Stephanus Paulus Lumintang Dirut BBJ, Fajar Wibhiyadi Plt Dirut PT KBI, serta Ovide Decroli Dirut PT RFB di Unair Kampus C, Jumat (20/4/2018).

Teddy Prasetya Chief Bussiness Officer (CBO) PT RFB yang turut hadir di acara itu, mengatakan, wadah FTLC akan menyasar semua civitas akademika baik mahasiswa sarjana dan pascasarjana Unair.

“Tujuan utamanya adalah sosialisasi mengenai produk industri PBK ke dunia kampus, sehingga akan muncul SDM-SDM yang bisa mendukung dan membesarkan industri PBK,” ujarnya.

Dia menyebutkan, PT RFB sebagai perusahaan Pialang Berjangka mencatat tren pertumbuhan nasabah yang cukup positif dari tahun ke tahun. Terjadi peningkatan 30,42 persen jumlah nasabah baru pada 2017 lalu dibandingkan tahun sebelumnya.

Karena itulah, kata Teddy, tenaga pialang di Indonesia masih sangat dibutuhkan mengingat potensi perkembangan Industri PBK yang diprediksi akan terus mengalami pertumbuhan positif.

Junaidi Khotib Wakil Rektor IV Universitas Airlangga mengatakan, setiap tahun ada sebanyak 2.200 mahasiswa baru yang masuk di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair, dari total 6.800 mahasiswa baru.

Melalui FTLC ini, Unair berupaya memberikan alternatif pembelajaran berupa best practices yang disampaikan oleh para ahli di bidangnya.

“Kami berikan alternatif ini supaya mahasiswa mendapatkan lebih banyak pilihan untuk mencapai masa depan mereka dengan passion masing-masing,” ujarnya.

Stephanus Paulus Lumintang Dirut BBJ berharap, edukasi keilmuan melalui FTLC ini tidak hanya sebatas pada sivitas akademika saja, tapi publik di Jawa Timur secara keseluruhan.

“Sehingga dengan adanya FTLC ini, pengetahuan masyarakat Jawa Timur, terutama Surabaya mengenai PBK akan meningkat,” katanya. (den/ino/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Truk Terguling di Karang Pilang

Biasanya Berjubel, Kini Sunyi

Surabaya
Senin, 30 Maret 2020
27o
Kurs