Sabtu, 30 Mei 2020

Pasar Modal Merespon Negatif Pengumuman Menteri Kabinet Jokowi

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
Ilustrasi.

Pasar modal merespon negatif pengumuman menteri yang akan membantu Joko Widodo Presiden di Kabinet Maju 2019-2024 pada Rabu (23/10/2019) pagi. IHSG turun 0,4 persen menjadi 6.207 dan rupiah melepah tipis/ depresiasi 0,14 persen menjadi 14.060.

Gigih Prihantono Pengamat Ekonomi Unair mengatakan, ia cukup terkejut dengan komposisi kabinet yang diumumkan Jokowi pagi tadi. Menurutnya ada beberapa sosok bagus di periode pertama malah tidak dimasukkan. Beberapa nama yang ditunjuk Jokowi di periode kedua juga tidak membawa optimisme pada perekonomian. Selain kedua persoalan itu, ia juga mengkritisi beberapa nomenklatur yang dihapus atau digabung menurutnya kurang pas.

“Ada kementerian yang harusnya vital. Kita tahu perindustrian kita lagi down, turun. Share pada perekonomian juga turun. Saya terus terang, komposisinya terkejut,” ujar Gigih menanggapi hilangnya kementerian perindustrian di Kabinet Indonesia Maju.

Selain itu, ia juga mengaku heran, mengenai kementerian koordinasi kemaritiman yang digabung dengan investasi. Kemenkoan yang dipimpin Luhut Binsar Panjaitan itu menjadi pertanyaan besar baginya.

“Apakah nanti kemaritiman diarahkan ke sektor maritim atau seperti apa? Karena kan kita tahu kondisi Indonesia, yang masuk investor ini kan tidak banyak. Bahkan kemarin Pak Jokowi sudah marah-marah. Ada tujuh perusahaan besar dari Cina tapi tidak ada satu pun yang masuk ke Indonesia, malah larinya ke Vietnam,” katanya.

Ia juga mengkritisi Erick Thohir yang dinilainya akan menghadapi conflict of interest tinggi ketika memimpin Kementerian BUMN nantinya. Sebab, sebagai pemilik raksasa perusahaan, akan sangat susah bagi dirinya untuk menerapkan good governance dalam kerjanya.

“Misalnya Erick Thohir yang di BUMN. Pak Erick Thohir kan punya raksasa perusahaan media. Itu kan grup besar (Mahaka Group, red), pasti ada konflik kepentingan. Gimana yang membawahi BUMN itu merupakan orang dari grup besar. Good governance-nya gimana?” tanyanya.

Meski begitu, ia melihat ada beberapa nama yang dianggapnya bisa menjadi alternatif di dalam kabinet maju 2019-2024. Salah satunya Sri Mulyani Menteri Keuangan dan Wishnutama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Mungkin yang masih jadi alter adalah Menteri Keuangan Bu Sri Mulayani yang tetap menjabat. Mungkin itu yang bisa meredakan kondisi gejolak ekonomi yang terjadi sekarang. Yang lainnya masih jadi pertanyaan. Ini cukup positif untuk market,” tegasnya.

Ia juga berharap, kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif yang dipegang Wishnutama bisa menjadi lebih baik. Mempertimbangkan latar belakang Wishnutama sebagai orang kreatif, ia berharap kementerian ini bisa menjadi boosting perekonomian ke depan.

“Harusnya kan ada perubahan struktural dalam posisi kabinet. Ini kan start awal gimana memberikan kepercayaan dunia usaha terhadap kondisi ekonomi Indonesia 5 tahun kedepan. Kalau set up awalnya gini, ya mungkin kalau saya pandangan pribadi sedikit pesimis,” pungkasnya. (bas/iss/ipg)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Ananda Maharani

Potret NetterSelengkapnya

Banjir di Tambak Sawah

Pohon Tumbang di Exit Tol Dupak

Kepadatan di Pasar Wadungasri

Truk Muat Jeruk Terguling

Surabaya
Sabtu, 30 Mei 2020
29o
Kurs