Kamis, 29 Oktober 2020

Pemprov Jatim Koreksi Target Pertumbuhan Ekonomi 2019

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur. Foto: Istimewa

Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur mengatakan, Pemprov Jatim akan mengkoreksi target 5,67 persen pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sampai akhir 2019 nanti.

Sri Mulyani Indrawati Menteri Keuangan, sebelumnya telah memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional sampai akhir 2019 hanya 5,08 persen. Jauh dari target sebelumnya, 5,3 persen.

Meski demikian, pemerintah masih berupaya mengejar peluang pertumbuhan ekonomi mencapai 5,2 persen sampai akhir 2019 ini. Hal yang sama, kata Emil, perlu dilakukan di Jawa Timur.

“Tentu kalau pemerintah mengoreksi seyogyanya kami juga. Tapi yang penting sekarang bukan itu. Bagaimana menggenjot upaya membangun iklim kondusif,” katanya beberapa waktu lalu.

Koreksi atau penyesuaian di Jatim perlu dilakukan berdasarkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan sebelumnya. Salah satu acuannya adalah data dari Badan Pusat Statistik (BPS).

BPS Jawa Timur mencatat, pertumbuhan ekonomi selama triwulan III 2019 sebesar 5,32 persen. Pertumbuhan ini mengalami penurunan dibanding triwulan II yang mencapai 5,69 persen.

“Ini, kan, tinggal satu bulan. Saya rasa sampai akhir tahun nanti fokus Pemprov Jawa Timur adalah menyelesaikan pekerjaan rumah pemerintah,” kata Mantan Bupati Trenggalek itu.

Emil enggan menyebutkan target baru pertumbuhan ekonomi sampai akhir tahun nanti. Namun, dia mengaku sudah ada diskusi dengan Bank Indonesia, sektor mana yang mampu jadi pengungkit.

Salah satu sektor yang menjadi harapan Pemprov Jatim adalah sektor pertanian. Datangnya musim hujan pada Desember ini memberi harapan pada pergerakan perekonomian di perdesaan.

Meski secara keseluruhan sumbangsih pertanian untuk perekonomian Jawa Timur hanya sekitar 12 persen, tapi di perdesaan, menurut Emil, sektor ini masih cukup menjanjikan.

“Sektor pertanian akan menyumbang sepertiga perekonomian desa. Memang sempat terdampak kekeringan. Tetapi tidak ada alasan untuk pesimis. Kita perlu menanamkan optimisme,” katanya.

Dia yakin, sekarang adalah waktu yang sangat tepat untuk memulihkan perekonomian di perdesaan. “Karena cuaca sudah mulai mendukung,” katanya.(den/dwi/rst)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pengunjukrasa Melintas di Diponegoro

Hujan di Bratang Surabaya

Kecelakaan Melibatkan Dua Truk di Pandaan

Kebakaran Gudang di Simorejo Sari

Surabaya
Kamis, 29 Oktober 2020
27o
Kurs