Minggu, 29 Maret 2020

Santripreneur Expo 2019, Targetnya Bukan Omzet

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Imam Gunawan Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda, Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora di UINSA, Selasa (26/11/2019). Dia bilang, target Santripreneur Expo 2019 bukan Omzet. Foto: Denza suarasurabaya.net

Santripreneur Expo 2019, ajang pameran produk wirausahawan kalangan santri yang digelar di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ditutup tasyakuran Hari Pahlawan, Selasa (26/11/2019).

Pameran bertema “Mewujudkan Wirausahawan Santri di Era Ekonomi Global dan Digital” ini berupaya meneladani semangat berjuang para santri dalam Pertempuran 10 November 1945.

Rangkaian kegiatan pameran, edukasi, dan hiburan yang digelar Deputi Pengembangan Pemuda, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) selama tiga hari ini berlangsung semarak.

Rangkaian kegiatan seperti pameran produk, mulai kuliner kekinian, sociopreneur, pertanian, fashion, perikanan, industri kreatif, dan teknopreneur diimbangi aktivitas diskusi dan literasi kewirausahaan.

Penampilan sejumlah musisi dan berbagai aktivitas kreatif lainnya juga turut menyemarakkan acara yang dibuka Zainudin Amali Menteri Pemuda dan Olahraga Minggu (24/11/2019) lalu.

Imam Gunawan Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda, Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora mengatakan, target pameran ini memang bukan omzet.

“Expo ini bukan untuk mengejar omzet. Kalau omzet, pasti jualannya di pasar. Iya kan? Expo ini adalah ajang mengukur diri dan untuk menambah kepercayaan diri sebagai pebisnis,” ujarnya.

Dia berharap, 99 peserta Santripreneur Expo 2019, yang diseleksi ketat secara online, dapat pengalaman dan pengembangan diri sebagai pelaku wirausaha, menjadi startup yang bisa terus mengembangkan diri.

Selain melalui serial capacity building seperti diskusi dan literasi usaha, para peserta juga diharapkan mampu menjalin jejaring bisnis baru setelah bertemu dengan beragam pelaku wirausaha muda.

“Ajang ini menjadi network building. Mungkin dari sini terjalin mata rantai industri. Yang satu bisa jadi pemasok bahan bagi yang lain, yang lain bisa jadi pemasar. Mudah-mudahan itu terjadi,” katanya.

Imam menekankan, ajang pameran yang digelar Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora ini merupakan salah satu simpul dari rangkaian upaya pemerintah untuk menumbuhkan wirausaha.

Deputi Pengembangan Pemuda juga berharap rangkaian Santripreneur Expo yang digelar setiap tahun ini mampu memunculkan wirausahawan baru dengan potensi luar biasa.

“Kami yakin, mereka yang sekarang ini menjadi peserta dalam waktu 5-10 tahun ke depan menjadi wirausahawan yang tangguh, yang mampu mengangkat berbagai potensi komoditas lokal,” kata Imam.(den)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Truk Terguling di Karang Pilang

Biasanya Berjubel, Kini Sunyi

Social Distancing, Ciputra World Sepi

Surabaya
Minggu, 29 Maret 2020
26o
Kurs