Senin, 30 Maret 2020

Setengah Pesawat Sriwijaya Dinyatakan Kemenhub Tidak Laik Terbang

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi. Pesawat Sriwijaya Air Group.

Setengah jumlah pesawat Sriwijaya Air Group dinyatakan tidak laik terbang, berdasarkan data Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan.

“Kita `kan pengawasan ketat setiap hari, dari 30 pesawat yang terbang cuma 12, berarti sistem kontrol kita dari Sriwijaya bagian quality-nya sudah `grounded` 18 pesawat,” kata Avirianto Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan di Jakarta, Senin (30/9/2019).

Ia mengatakan dalam menginspeksi kelaikan pesawat, pihaknya melibatkan sejumlah inspektur yang resmi dan kompeten.

“Jadi memang pemerintah itu tidak sewenang-wenang, jadi beri keleluasaan ke mereka untuk bisa sadar diri kalau memang tidak mampu dia berhentikan sendiri,” katanya, dilansir Antara.

Pernyataan tersebut terkait status operasional Sriwijaya Air yang saat ini masih beroperasi, namun dalam pengawasan DKUPPU Kemenhub.

Sejumlah direksi Sriwijaya Air sendiri sudah mengajukan surat rekomendasi kepada Jefferson Jauwena Direktur Utama Sriwijaya Air untuk menghentikan sementara operasional maskapai tersebut karena dinilai sudah tidak memenuhi kelaikan, baik dari segi teknis, operasional maupun finansial.

Namun, surat tersebut tidak digubris hingga berujung pada pengunduran diri dua direksi, yaitu Fadjar Semiarto Direktur Operasi Sriwjaya Air Captain dan Romdani Ardali Adang Direktur Teknik.

Menanggapi hal itu, Avirianto menunggu keputusan Sriwjaya hingga Rabu, 2 Oktober 2019 terkait kelanjutan operasional, apabila tidak ada tindakan, maka Kemenhub akan mengambil keputusan.

“Pokoknya itu nanti setelah tanggal 2 Oktober kita rapat, Sriwijaya berubah apa tidak. Kalau memang berubah kita abaikan, kalau dia tidak berubah makin menurun kita ambil keputusan kita nanti bisa setop operasi atau segala macam,” katanya.
​​​​
Dalam kesempatan sama, Captain Fadjar Semiarto Direktur Operasi Sriwijaya Air mengatakan selain pesawat, setengahnya sudah tidak beroperasi, dampak dari itu adalah rute menjadi berkurang.

“Apalagi frekuensi penerbangannya, turun rutenya yang diterbangi dari 245 jadi 110-120-an per hari,” katanya.(ant/iss/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Truk Terguling di Karang Pilang

Biasanya Berjubel, Kini Sunyi

Surabaya
Senin, 30 Maret 2020
28o
Kurs