Rabu, 26 Februari 2020

Permintaan Pembalut dan Diapers Tinggi, PT Softex Indonesia Optimistis Tumbuh

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Para karyawan bekerja di pabrik pembalut dan diapers PT Softex Indonesia di Sidoarjo, Kamis (23/1/2020). Foto: Abidin suarasurabaya.net

PT Softex Indonesia optimistis pasar pembalut dan diapers di tahun 2020 tetap akan tumbuh positif. Tumbuhnya kinerja industri ini karena permintaan pembalut dan baby diapers tinggi.

Benydictus Hindrawan Plant Manager Sidoarjo PT Softex Indonesia mengatakan, pertumbuhan diprediksi mencapai dua digit dengan market share diapers masih nomor satu secara nasional.

Market share nomor 1 ada di baby diapers. Untuk kinerja tertinggi ada di pembalut sampai dobel digit. Sejauh ini masih positif,” ujar Benydictus Hindrawan di sela acara Media Site Visit PT Softex Indonesia di pabrik PT Softex Indonesia di Sidoarjo, Kamis (23/1/2020).

Dia menjelaskan, PT Softex Indonesia setiap tahun terus berinovasi mengembangkan produk baru untuk mendorong kinerja perseroan agar kian tumbuh.

“Setiap tahun ada pengembangan produk baik itu baby diapers, popok dewasa, dan pembalut wanita,” katanya.

Beny menyebut, untuk pabrik di Sidoarjo khusus memproduksi baby diapers dan pembalut wanita untuk memenuhi pasar di Jatim dan Indonesia timur. Sedangkan untuk popok dewasa diproduksi di PT Softex Indonesia yang ada di Karawang.

“Pabrik Softex Indonesia di Sidoarjo memiliki luas area 29.603 meter persegi dengan kapasitas 7 mesin produksi. Produksi perhari antara 14-25 juta pieces. Produk utamanya, 90 persen diapers dan 10 persen pembalut,” katanya.

Sekadar Diketahui, perusahaan yang berdiri tahun 1976 itu sejumlah produk perawatan bayi, perawatan feminin, dan perawatan dewasa, di bawah merek seperti Sweety, Softex, Confidence, Happy Nappy, dan Softies.

Menurut Beny, PT Softex Indonesia juga akan membangun pengelolaan popok bekas untuk menjaga lingkungan. Tekniknya menggunakan hidrotermal atau tanpa pembakaran. Selama ini yang sudah jalan di Tangerang dan Bandung.

“Sudah jalan di Bandung. Sidoarjo baru mulai. Kami berencana menyediakan tempat penampungan popok bekas dan pengolahan daur ulang,” katanya. (bid/tin)

Berita Terkait