Kamis, 24 September 2020

Ekonomi Jatim di Triwulan II Minus 5,90 Persen

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Ilustrasi Mata Uang Rupiah

Badan Pusat Statistika (BPS) Jawa Timur mencatat, ekonomi Jatim pada triwulan II 2020 terkontraksi 5,90 persen dibandingkan triwulan II 2019 (YoY). Dari sisi produksi, kontraksi tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Jasa Lainnya sebesar 34,54 persen.

Dadang Hardiwan Kepala BPS Jatim mengungkapkan, dari sisi pengeluaran, kontraksi tertinggi terjadi pada Ekspor Luar Negeri sebesar 18,70 persen. Kemudian diikuti Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto sebesar 7,55 persen, dan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 4,79 persen.

“Adapun pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi yang tumbuh 10,39 persen,” ujar Dadang saat menggelar konferensi pers secara daring, Rabu (5/8/2020).

Dadang bilang, bila dibandingkan triwulan I 2020 (Q to Q), perekonomian Jawa Timur triwulan II 2020 juga mengalami kontraksi sebesar 5,45 persen. Dari sisi produksi, kontraksi tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Jasa Lainnya sebesar 35,40 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, kontraksi terjadi pada Ekspor Luar negeri 8,16 persen, Pembentukan Modal Tetap Bruto 6,71 persen, dan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 4,82 persen.

Dari sisi produksi, lanjut Dadang, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang tumbuh 27,26 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 27,90 persen.

Dadang menambahkan, ekonomi Jawa Timur sampai dengan triwulan II-2020 (C to C) terkontraksi sebesar 1,51 persen. Dari sisi produksi, kontraksi tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Jasa Lainnya sebesar 15,26 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, hampir semua komponen terkontraksi. Hanya komponen Pengeluaran Pemerintah yang tumbuh sebesar 1,56 persen, dan Ekspor Luar negeri sebesar 2,00 persen.

“Kalau dari segi produksi pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi yang tumbuh 10,09 persen,” kata Dadang. (bid/bas/rst)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Radityo Jufriansah

Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Bypass Krian arah Mojokerto Macet

Underpass Satelit arah Mayjen Sungkono Macet

Kemacetan di Manukan

Surabaya
Kamis, 24 September 2020
29o
Kurs