Jumat, 4 Desember 2020

FIKSI 2020 Lahirkan Calon Wirausahawan Muda Indonesia

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
FIKSI 2020. Foto: Istimewa

Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) Tahun 2020 yang digelar Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjadi ajang pembuktian bahwa telah lahir para calon wirausahawan muda Indonesia. Meski di tengah situasi pandemi Covid-19, para peserta FIKSI 2020 telah menghasilkan rencana bisnis dan rintisan usaha-usaha baru yang luar biasa.

“Saya sungguh berbahagia dapat menyapa para calon wirausaha muda Indonesia. Kalian telah membuktikan diri meski dalam situasi pandemi bahwa dengan banyak tanya, banyak coba, banyak karya kita dapat menghasilkan banyak hal-hal yang positif,” ujar Nadiem Anwar Makarim Mendikbud saat menutup FIKSI 2020 melalui video virtual di Bandung, seperti dalam keterangan tertulis Kemendikbud, Sabtu (24/10/2020).

Melalui festival ini, kata Mendikbud, pandemi Covid-19 telah mendorong peserta didik untuk lebih bergotong royong, lebih berpikir kritis dan kreatif. Karakter itulah yang harus dimiliki oleh wirausahawan masa depan karena situasi yang sulit dan tidak menentu ini justru menjadi peluang menciptakan beragam solusi.

“Belajar dan teruslah belajar menciptakan wirausahawan yang berdampak luas dan berkelanjutan.” katanya.

Sementara, Muhammad Kadafi anggota Komisi X DPR RI mengapresiasi para peserta FIKSI 2020 yang telah mampu menangkap sektor-sektor usaha yang akan berkembang di Indonesia. Kepada calon wirausahawan muda, Kadafi memberi pesan bahwa untuk menjadi pengusaha selain cerdas secara hard skill, tapi harus cerdas juga secara soft skill.

“Jangan pernah takut untuk memulai. Ayo semangat terus, fight. Kalian pasti bisa menjadi yang terbaik dan akan menjadi seorang enterpreneur yang baik di masa yang akan datang,” ujar Kadafi.

Triyadi Guntur satu di antara juri bidang lomba desain grafis mengatakan bahwa pada FIKSI 2020 banyak inovasi baru yang muncul. Walaupun dalam keterbatasannya, para peserta malah banyak berpikir kreatif dan menghasilkan sebuah karya-karya yang cukup inovatif.

“Ada sebuah karya yang mengkolaborasikan antara dua media yaitu old media dan new media untuk melengkapi satu dengan yang lainnya. Sehingga produk yang dihasilkan ada narasi-narasi yang bisa disampaikan, ada cerita yang cukup menarik sehingga menjadi daya tarik pembeli,” ujar Triyadi yang juga dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung.

Pada FIKSI 2020, berbagai karya inovasi dan bisnis telah ditunjukkan oleh 258 finalis dengan 129 karya/rencana bisnis. Mereka adalah para finalis dari 1.665 siswa dengan 982 rencana bisnis yang mendaftar. Para peserta diuji secara langsung melalui dalam jaringan (daring) oleh 20 juri yang berasal dari para profesional dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta.

Kategori yang dilombakan pada FIKSI 2020 yaitu Kategori Rintisan Pemula dan Kategori Rintisan Lanjutan. Sementara itu, bidang lombanya adalah Bidang Boga, Bidang Fashion, Bidang Kriya, Bidang Desain Grafis, Bidang Game dan Aplikasi Digital, serta Bidang Budidaya dan Lintas Usaha.

Pada kategori rintisan pemula, peserta yang menerima medali emas antara lain Diva Aulia Wulan Pertiwi dan Surya Leonard dari SMA Negeri 1 Kolaka, Sulawesi Tenggara dari lomba bidang boga dengan nama produknya adalah Victory Chips. Selanjutnya adalah Dewi Mutiara dan Alvina Zahror dari SMA Al-Azhar Menganti, Jawa Timur dari lomba bidang Budidaya dan Lintas Usaha.

Kemudian, ada Dheyang Annisa Widayanti dan Hidayah Sulistio Jati dari SMA Pradita Dirgantara, Jawa Tengah untuk bidang lomba desain grafis; Devita Syaharani dan Syafaun Nabila Dini Putri dari SMA Negeri 1 Sanden, D.I. Yogyakarta untuk lomba fashion, Adhimas Arbita dari SMA Negeri 1 Wonosobo, Jawa Tengah untuk lomba games dan aplikasi, serta Eli Sulistyowaty dari SMA Unggulan CT Arsa Foundation Sukoharjo, Jawa Tengah untuk lomba bidang kriya.

Sementara itu, pada kategori lanjutan, yang menerima medali emas adalah Lati Fatunnisa Nur Jana dan Aisyah Nur Fitria dari SMA Negeri 1 Kedungpring untuk lomba aplikasi dan games, Hernando Ivander Henprilia dan Stefanie Felycia dari SMA Katolik Santu Petrus Pontianak, Kalimantan Barat untuk lomba budidaya dan lintas usaha, Rispa Maulana Syaban dan Rachel Anjar Yasih dari SMAN 1 Cisarua, Jawa Barat untuk lomba kriya.

Selain presentasi dan ekspo, pada FIKSI 2020 juga dilaksanakan Webinar Kewirausahaan yang mengadirkan beberapa nara sumber di bidang wirausaha dan kepemimpinan dalam acara Workshop Entrepreneur Talk. Mereka adalah Salahuddin Sandiaga Uno (pengusaha), dr. Gamal Albinsaid (Sociopreneur), Bima Arya Sugiarto (Walikota Bogor), dan Victoria Tahir (Direktur Mayapada Group). Workshop ini diapresiasi oleh para peserta dan guru pembimbing karena menjadi sumber insprirasi serta pemahaman yang lebih luas tentang wirausaha.(faz/dfn/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah, 12 PMK Di lokasi

Kecelakaan L300 Tabrak Pembatas Tol Sumo

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Surabaya
Jumat, 4 Desember 2020
27o
Kurs