Rabu, 27 Januari 2021

Inflasi Jawa Timur di Bulan November 0,26 Persen

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan

Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur pada November mengalami peningkatan atau inflasi sebesar 0,26 persen dibandingkan IHK pada Oktober, sebagaimana data Badan Pusat Statistik (BPS).

BPS Provinsi Jatim mencatat, IHK pada Oktober lalu sebesar 103,94 poin. Sedangkan pada November, IHK meningkat menjadi 104,21 poin atau mengalami kenaikan sebanyak 0,27 poin dari IHK pada Oktober.

Dadang Hardiwan Kepala BPS Jatim mengatakan, inflasi di Jawa Timur terjadi karena adanya sejumlah indeks kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan harga. Kenaikan paling tinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau.

IHK untuk kelompok makanan, minuman dan tembakau November kemarin mengalami kenaikan harga sebesar 1,24 persen. Lalu kelompok pakaian dan alas kaki meningkat 0,08 persen.

Selain itu, untuk kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga kenaikan harga yang terjadi sebesar 0,12 persen. Masih lebih rendah dari kelompok kesehatan yang meningkat sebesar 0,40 persen.

“Lalu kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran yang meningkat 0,17 persen. Tapi ada juga yang deflasi seperti perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,03 persen,” ujarnya, Selasa (1/12/2020).

Kelompok lain yang mengalami deflasi di Jawa Timur antara lain kelompok transportasi sebesar 0,21 persen, juga kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang deflasi sebesar 0,47 persen.

Sementara, kata Dadang, untuk kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; juga kelompok pendidikan, pada November ini tidak mengalami perubahan.

Inflasi di Jatim pada November ini ditandai dengan sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga. Di antaranya daging ayam ras, telur ayam ras, dan lain-lain.

“Daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai rawit, minyak goreng, bawang putih, obat dengan resep, tomat, cabai merah dan ikan mujair,” ujar Dadang saat konferensi pers daring.

Adapun tingkat inflasi Jatim selama Januari sampai November kemarin tercatat sebesar 0,98 persen. Sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 1,50 persen.

Dadang melanjutkan, berdasarkan penghitungan angka inflasi di delapan kota IHK di Jawa Timur selama November 2020, seluruh kota mengalami inflasi.

Inflasi terbesar terjadi di Sumenep sebesar 0,82 persen. Kemudian diikuti Kediri dan Jember masing-masing sebesar 0,44 persen, Madiun dan Probolinggo masing-masing sebesar 0,41 persen.

Selanjutnya inflasi di Malang tercatat sebesar 0,31 persen. Sedangkan inflasi terendah di Banyuwangi dan Surabaya masing-masing sebesar 0,20 persen.

Dadang menambahkan, untuk tingkat inflasi tahun kalender (Januari-November) 2020 di 8 kota IHK Jawa Timur, Jember jadi kota dengan inflasi tahun kalender tertinggi mencapai 1,71 persen.

Sedangkan kota yang mengalami inflasi tahun kalender terendah adalah Surabaya yang mengalami inflasi sebesar 0,82 persen.(den/dfn/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Proses Perbaikan Retakan di Jalan Tol

Jalan Tol Surabaya-Gempol Longsor

Jalan Rusak Wiyung Pratama

Truk Tabrak Tiang

Surabaya
Rabu, 27 Januari 2021
24o
Kurs