Minggu, 28 November 2021

Neraca Perdagangan Jatim November 2020 Defisit

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Terminal Petikemas. Foto: Pelindo III

Neraca perdagangan Jatim pada November 2020 defisit 166,73 juta dolar AS. Secara kumulatif, selama Januari-November 2020, neraca perdagangan Jatim defisit 513,44 juta dolar AS.

Perlu diketahui, neraca perdagangan suatu provinsi diukur berdasarkan kinerja ekspor-impor. Nilai impor yang lebih besar daripada ekspor menyebabkan defisit neraca perdagangan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat, ekspor Jatim pada November 2020 meningkat 2,07 persen daripada Oktober. Dari 1,59 miliar dolar AS menjadi 1,62 miliar dolar AS.

Sementara impor Jatim pada November 2020 meningkat lebih tinggi sebesar 23,69 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Yaitu dari 1,44 miliar dolar AS, menjadi 1,78 miliar dolar AS.

Dadang Hardiwan Kepala BPS Jatim bilang, peningkatan ekspor Jatim pada November karena ada peningkatan kinerja ekspor migas yang lebih besar dari penurunan ekspor nonmigas.

Nilai ekspor migas Jatim pada November 2020 meningkat sebesar 208,53 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Yaitu dari 55,73 juta dolar AS menjadi 171,93 juta dolar AS.

Peranan ekspor migas ini menyumbang 10,63 persen total ekspor Jawa Timur pada bulan November. Dibandingkan November 2019 nilai ekspor migas meningkat 40,53 persen.

Sementara untuk sektor nonmigas, ekspor Jatim mengalami penurunan 5,46 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Yakni dari 1,53 miliar dolar AS menjadi 1,45 miliar dolar AS.

Dibandingkan November 2019, nilai ekspor nonmigas Jatim mengalami penurunan sebesar 8,27 persen.

“Nilai ekspor sektor nonmigas itu menyumbang 89,37 persen dari total ekspor bulan ini,” ujar Dadang dalam konferensi pers secara daring, Selasa (15/12/2020).

Berdasarkan kelompok golongan barang (HS) 2 digit, golongan barang Lemak & Minyak hewan/ nabati (HS 15) jadi komoditas ekspor nonmigas utama Jawa Timur dengan nilai transaksi sebesar 131,66 juta dolar AS.

Nilai itu meningkat 11,54 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai hanya 118,03 juta dolar AS.

“Golongan komoditas ini berkontribusi 9,11 persen pada total ekspor nonmigas Jawa Timur bulan ini dan paling banyak diekspor ke Tiongkok dengan nilai 67,32 juta dolar AS,” ujar Dadang.

Jika dilihat menurut negara tujuan utama ekspor nonmigas, Jepang adalah negara tujuan utama ekspor Jawa Timur pada November 2020. Disusul ke Tiongkok dan Amerika Serikat.

Selama November, ekspor nonmigas Jawa Timur ke Jepang mencapai 231,96 juta dolar AS. Sedangkan ekspor ke Tiongkok dan Amerika Serikat berturut-turut sebesar 230,74 juta dolar AS dan 214,28 juta dolar AS.

Berkaitan peningkatan nilai impor Jatim, Dadang bilang, penyebabnya adalah kinerja impor Jawa Timur baik migas maupun nonmigas yang sama-sama meningkat.

Impor migas ke Jatim pada November 2020 mengalami peningkatan sebesar 12,67 persen. Dari 246,72 juta dolar AS menjadi 277,98 juta dolar AS.

Namun bila dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya, impor migas ke Jatim justru mengalami penurunan sebesar 32,86 persen.

Secara umum, impor migas menyumbang 15,58 persen dari total impor Jawa Timur pada November 2020.

Nilai impor nonmigas ke Jawa Timur juga meningkat sebanyak 25,96 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Yaitu dari 1,20 miliar dolar AS menjadi 1,51 miliar dolar AS.

Kalau dibandingkan November 2019 lalu, nilai impor nonmigas justru mengalami penurunan sebesar 13,50 persen.

Secara umum, impor nonmigas menyumbang 84,42 persen dari total impor ke Jatim selama November 2020.

Berdasarkan kelompok golongan barang, mesin-mesin/pesawat mekanik (HS 84) adalah komoditas utama impor Jatim, nilai transaksinya sebesar 143,31 juta dolar AS, meningkat 27,93 persen dari bulan sebelumnya yang hanya 112,02 juta dolar AS.

Kelompok barang ini mempunyai peranan 9,51 persen dari total impor nonmigas Jawa Timur yang utamanya diimpor dari Tiongkok sebesar 58,08 juta dolar AS.

Jika dilihat menurut negara asal barang impor nonmigas, maka Tiongkok tercatat sebagai negara utama asal barang yang masuk Jawa Timur selama November 2020.

Perannya sebesar 31,05 persen. Berikutnya dari Hongkong dan Amerika Serikat yang memberi kontribusi pasar impor nonmigas masing-masing sebesar 9,02 persen dan 6,35 persen.(den/iss/lim)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Minggu, 28 November 2021
25o
Kurs