Minggu, 24 Januari 2021

Pemprov Jatim Bertekad Bangun Kawasan Industri Halal di Sidoarjo

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Khofifah saat pemaparan dalam ajang EJI 2020, Kamis (26/11/2020). Foto: Istimewa

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur menegaskan Pemprov Jatim sedang bertekad membangun kawasan industri halal di Sidoarjo. Ratusan hektare lahan sudah disiapkan.

Dia sempat menyatakan itu dalam acara East Java Investival 2020 yang digelar di Ballroom Sheraton Hotel Surabaya, Kamis (27/11/2020) kemarin.

Menurutnya, saat ini lahan seluas 148 hektar di salah satu daerah di Sidoarjo sudah siap. Pemprov Jatim bersama salah satu perusahaan di Sidoarjo yang menyiapkan.

Sayangnya, dia tidak menyebutkan secara lebih detail lokasi lahan yang sudah siap dan perusahaan mana yang akan menjadi investor kawasan industri halal itu.

Mantan Menteri Sosial itu bilang, dia ingin Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar dunia masuk 10 besar industri makanan halal dunia dengan adanya industri halal di Jatim.

“Menurut State of Global Islamic Economy 2019-2020, halal food Indonesia belum masuk 10 besar dunia. Fashion halal sudah. Maka kami ingin siapkan halal industrial estate,” ujarnya.

Dia paparkan, potensi kuliner halal di Jawa Timur sejatinya sangat melimpah. Dia sayangkan kalau potensi itu tidak tergarap maksimal. Rencana pembangunan kawasan itu sedang dimatangkan.

Rencananya, Halal Industrial Estate di Sidoarjo itu akan dilengkapi laboratorium LPPOM MUI, pengurusan sertifikasi halal, juga semua fasilitas kebutuhan industri.

Sasaran industri yang bisa masuk ke kawasan ini tentu saja yang paling utama adalah industri makanan dan minuman di Jatim. Tidak hanya itu, Pemprov juga akan menyasar industri kosmetik.

Khofifah sudah menyampaikan pengembangan halal industrial estate ini kepada Bahlil Lahadalia Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal RI saat berkomunikasi secara virtual.

Kepada Kepala BKPM dia berharap, Jatim bisa masuk dalam pencanangan daerah pengembangan kawasan industri halal nasional setelah Batang dan Subang.

“Kami akan berupaya mendatangkan investor dari dalam atau luar negeri. Karena ini akan jadi pintu masuk kita masuk 10 besar untuk menumbuhkan kesejahteraan masyarakat,” kata Khofifah.

Tidak hanya berbincang dengan Kepala BKPM dia juga sudah berkomunikasi secara strategis dengan Yohanes K Legowo Duta Besar Laos dan Duta Besar RI untuk Australia terkait investasi.

Kepada Dubes RI untuk Australia Khofifah menyampaikan bahwa Jatim saat ini membutuhkan bibit sapi perah berkualitas dari negeri kanguru.

Dubes RI untuk Australia tersebut menyambut baik apa permohonan Khofifah dan dalam waktu dekat segera mengirimkan staf untuk menindaklanjuti potensi investasi itu.

“Australia memang unggul di bidang pembibitan. Indonesia unggul di bidang penggemukan. Di Australia cukup banyak diaspora asal Indonesia yang sukses jadi pengusaha peternakan sapi. Ini peluang,” kata Yohanes.

Cukup banyak daerah di Jatim yang bisa menjadi lokasi pengembangan industri sapi perah. Baik Malang sampai Magetan yang sudah punya infrastruktur matang soal pengembangan industri susu.

Selain potensi investasi industri sapi perah, EJI 2020 juga menawarkan banyak potensi investasi lainnya. Salah satunya potensi investasi peternakan unggas terintegrasi dan geopark Wonocolo sebagai investasi ramah lingkungan di Kabupaten Bojonegoro.

Salah satu yang sudah siap berjalan adalah investasi pembangunan rumah sakit di Tuban. Aries Mukiyono Kepala DPM-PTSP Jatim bilang, dia sendiri yang akan mengomandani.

“Setelah EJI 2020 ini, kami akan tindaklanjuti apa yang dipesankan Bu Gubernur. Salah satunya pembangunan rumah sakit di Tuban. Akan kami komandani supaya syarat investasinya terpenuhi dan berjalan kongkrit,” ujarnya.

Sebelumnya Aries menyatakan, sepanjang 2020 ini, meski digempur pandemi Covid-19, realisasi investasi di Jatim tumbuh positif. Sejak Januari sampai September lalu, kinerja investasi di Jatim tumbuh 42,1 persen.

“Realisasi investasinya mencapai Rp66,49 triliun dengan share PMDN Rp47,39 triliun dan PMA Rp19,10 triliun. PMA didominasi sektor Industri Kimia di Tuban dari Investor asal Singapura, yakni PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia,” katanya.

Sia berharap dengan telah terlaksananya EJI 2020 secara sukses, realisasi investasi Jatim tahun depan makin terdongkrak. (den/ang)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pak Nunut Pak …

Jelang Tol Manyar Banjir

‘Ranjau’ di Bawah Layang Trosobo

Empat Stand Pasar Ikan Hias Gunung Sari Terbakar

Surabaya
Minggu, 24 Januari 2021
28o
Kurs