Selasa, 15 Juni 2021

Tuntaskan Ekspor ke Filipina, PT Inka Jemput Potensi Ekspor ke Afrika

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Budi Noviantoro Direktur Utama PT Inka di sela seremoni pengapalan kereta ke Filipina, Sabtu (12/12/2020). Foto: Denza suarasurabaya.net

PT Industri Kereta Api (Inka) tuntaskan ekspor kereta ke Filipina, Sabtu (12/12/2020). Inka mengapalkan tiga lokomotif dan 15 rangkaian gerbong penumpang ke Filipina dari Terminal Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Budi Noviantoro Direktur Utama PT Inka (Persero) mengatakan, pengapalan tiga lokomotif dan 15 kereta penumpang senilai Rp50 miliar ini adalah ekspor terakhir ke Filipina. Sebelumnya Inka sudah menuntaskan pengapalan 6 trainset kereta rel diesel (KRD).

“Hari ini kami ekspor batch terakhir untuk pengapalan ke Filipin. Tiga lokomotif dan 15 kereta penumpang. Sebelumnya kami sudah berhasil mengirim 6 trainset KRD ke Filipina,” katanya di sela seremoni pengapalan kereta.

Dia berharap pengiriman lokomotif dan gerbong kereta penumpang dengan Kapal BBC Chartering asal Jerman itu berjalan lancar sesuai target. Targetnya, dalam waktu 10 hari perjalanan rangkaian kereta itu tiba di Manila.

Tidak hanya memproduksi dan mengekspor lokomotif dan gerbong kereta penumpang, PT Inka juga akan mensupervisi penyiapan pengoperasian kereta tersebut di Manila. “Tim kami akan segera berangkat ke sana,” ujarnya.

Budi menjelaskan, kontrak penyediaan kereta dengan Filipina ini sesuai target awal sebetulnya sudah harus tuntas pada Juli. Inka, kata dia, sebenarnya sudah menuntaskan produksi jauh-jauh hari dan siap mengirimnya.

“Cuman, karena pandemi, Manila lockdown. Kemdian tidak ada pesawat. Dan baru awal Oktober tim inspektor dari Filipina datang melakukan pengecekan, uji, segala macam. Alhamdulillah lulus dan baru sekarang dikapalkan,” jelasnya.

Sebagaimana dia sebutkan, pengapalan paket kereta ke Filipina ini yang ketiga kalinya. Enam kereta yang sudah dikirim sebelumnya sudah beroperasi di Manila. Trainset yang Inka kirim kali ini adalah kereta penumpang jarak jauh.

Ekspor kereta produk anak bangsa itu bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya pada 2020 ini PT Inka juga sudah menuntaskan pengapalan sejumlah rangkain kereta penumpang ke Bangladesh.

“Terakhir ke bangladesh 250 kereta penumpang, selesai sudah ekspornya. Tahun depan lagi. Kami akan coba ke Afrika: ke Kongo dan Zambia. Zambia ini kalau tidak ada Covid-19 sebenarnya udah kontrak, ya,” ujarnya.

Sebenarnya, kata dia, ada 30 kereta yang bisa tuntas kontrak dengan Zambia seandainya tidak ada situasi pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia. PT Inka, ujarnya, juga sedang merintis ekspor ke Kongo.

Dalam sambutannya di hadapan hadirin yang menghadiri pengapalan di Terminal Jamrud Utara, Budi mengatakan, potensi pasar Afrika sangat besar mengingat dalam waktu dekat akan ada African Belt Economic Development (ABED).

PT Inka sebagai BUMN, menurutnya turut menjadi tim. Budi bilang, ABED akan dilaunching tahun depan, menyesuaikan dengan kondisi Pandemi Covid-19.

“Di Afrika ini luar biasa. Akan menghubungkan negara-negara yang tidak punya pelabuhuan tapi punya sumber daya mineral luar biasa baik di jalur utara, tengah, dan selatan dengan kereta api,” ujarnya.

Jalur kereta api yang dibangun untuk menghubungkan semua wilayah itu menurutnya hampir mencapai 19 ribu kilometer dengan rel double track. Anggarannya, kata dia, mencapai 96 billion Dolar Amerika.

“Jadi kalau kita berangkat ke sana, investasi untuk 30 tahun ke depan, kita sudah tidak perlu mencari opsi lagi. Saya akan mengajak seluruh BUMN di Indonesia untuk terlibat di sana karena ini besar dan luar biasa,” ujarnya.(den/iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran di Tanjungsari

Kemacetan di Tol Waru arah Dupak

Gerhana Bulan Total di Waru

Surabaya
Selasa, 15 Juni 2021
26o
Kurs