Rabu, 19 Januari 2022

Wapres: Pemerintah Serius Dorong Ekonomi Syariah

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Ma'ruf Amin Wakil Presiden Republik Indonesia. Foto: Facebook Ma'ruf Amin

Ma’ruf Amin Wakil Presiden RI menyatakan Pemerintah saat ini serius mengembangkan ekonomi syariah. Pemerintah bahkan ingin agar Indonesia menjadi jawara ekonomi syariah dunia.

Apa yang dilakukan pemerintah ini, menurut Ma’ruf, merupakan era baru dalam mendorong ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Selama ini swasta dan masyarakat yang lebih dominan terlibat dalam menumbuhkembangkan ekonomi dan keuangan syariah.

“Istilahnya pendekatan yang dilakukan adalah bottom up. Sehingga perkembangan market sharenya terasa lambat dan kurang progresif. Dengan kuatnya keterlibatan pemerintah dibaharapkan akan semakin mempercepat pertumbuhan dan penguatan ekonomi syariah di Indonesia,” paparnya saat membuka Ijtima Tsanawi Dewan Syariah Nasional MUI 2020 secara virtual, seperti siaran pers MUI, Jumat (6/11/2020).

Dia mengatakan, pemerintah selama ini juga sudah membuat beberapa bukti dukungan dalam mendorong semakin maju dan kuatnya ekonomi syariah di Indonesia. Misalnya dengan adanya penguatan BMW, BMT, LKMS, maupun Koperasi Syariah.

Terbaru, kata dia, pemerintah juga merencanakan melakukan merger tiga bank menjadi Himbara. Ke depan, di internal peemerintah terutama di Kementerian/Lembaga terkait akan ada direktorat khusus halal atau syariah. Sehingga memudahkan dalam pengambilan keputusan yang lebih cepat.

“Pemerintah juga menyiapkan ekosistem di bidang produk halal, social fund, dan bisnis syariah. Semua itu menjadi bukti komitmen kuat Pemerintah dalam mendorong semakin maju dan kuatnya ekonomi syariah di Indonesia,” ucapnya.

Semangat baru pemerintah ini, menurut Ma’ruf, sejalan dengan tujuan memperbaiki ekonomi nasional setelah terdampak Covid-19.

Ekonomi dan keuangan syariah yang berkembang dengan baik maka akan membantu pemerintah memecahkan berbagai permasalahan ekonomi dan sosial, seperti kemiskinan dan ketimpangan ekonomi. Sejak Covid-19 melanda, kemiskinan semakin meningkat dan jurang ketimpangan ekonomi juga semakin menganga.

“Karena sebagian besar masyarakat miskin berasal dari kalangan umat, saya berpandangan bahwa pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dapat meningkatkan keterlibatan umat dalam kegiatan ekonomi, sehingga mendorong umat untuk keluar dari jeratan kemiskinan melalui kekuatannya sendiri,” kata dia. (faz/ang)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Senja Penutup Tahun

Truk Derek Ringsek Setelah Tabrak Truk Gandeng Parkir

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Surabaya
Rabu, 19 Januari 2022
24o
Kurs