Senin, 27 September 2021

Inovasi dan Kolaborasi, Kunci Banyuwangi Kendalikan Inflasi

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Ipuk Fiestiandani Bupati Banyuwangi dalam kunjungannya ke Radio Suara Surabaya, Selasa (14/9/2021). Foto: Grafis Suara Surabaya

Kabupaten Banyuwangi dinobatkan menjadi kabupaten terbaik di Jawa Timur atas keberhasilannya mempertahankan predikat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award 2021. Ini juga menjadi kali kedua Banyuwangi mendapatkan award tersebut.

Ipuk Fiestiandani Bupati Banyuwangi mengatakan, inovasi dan kolaborasi yang menjadi kunci keberhasilan Kabupaten Banyuwangi dalam mengendalikan inflasi.

“Di Banyuwangi kita punya modal sosial yang baik selama 10 tahun yang lalu, yang terus digerakkan dalam setiap aktivitas masyarakat,” kata Ipuk dalam kunjungannya ke Radio Suara Surabaya, Selasa (14/9/2021) sore.

Ipuk Fiestiandani Bupati Banyuwangi (batik biru) bersama jajarannya saat berkunjung ke Suara Surabaya Centre, Selasa (14/9/2021). Kunjungan diterima Eddy Prastyo Pemred SS Media. Foto: Grafis Suara Surabaya

Sedangkan terkait inovasi, Ipuk menyatakan ini menjadi cara Pemkab Banyuwangi dalam menciptakan hal baru.

“Setiap SKPD harus punya inovasi, itu yang menjadikan Banyuwangi dinilai baik dalam hal penanganan inflasi, inovasi, dan kolaborasi,” tegasnya.

Diakuinya, pandemi memang berdampak dalam aktivitas ekonomi masyarakat Banyuwangi. Namun dengan hadirnya inovasi, dampak ini tak seberapa terasa.

Untuk menggenjot ekonomi dan mendorong daya beli masyarakat, salah satu yang dilakukannya adalah membuat hari belanja di tanggal-tanggal cantik untuk masyarakat yang berbelanja di pasar rakyat dan produk UMKM.

“Kita punya program Jagoan Tani, karena Tani salah satu yang menyumbang inflasi maka bagaimana caranya Tani harus didekatkan dengan digitalisasi. Nah Jagoan Tani pesertanya anak muda,” jelas Ipuk.

Selain itu dengan keterlibatan anak muda dalam program-program daerah, menurut Ipuk, dapat membuat mereka agar tidak menjadi beban demografi.

“Pasti kalau kita bikin inovasi disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Apalagi Banyuwangi punya bonus demografi maka kami mendukung anak muda agar tidak jadi beban demografi,” imbuhnya.

Dalam sektor pariwisata, Ipuk mengaku sedang merancang agar Banyuwangi Festival dapat digelar hybrid.

“Kami merancang dalam bentuk hybrid, kita upayakan seniman punya panggung untuk aktualisasi diri dan pertumbuhan pariwisata Banyuwangi bisa tumbuh,” pungkasnya.(dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Mobil Terperosok di depan RSAL dr Ramelan A.Yani

Antre Vaksin di T2 Juanda

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Surabaya
Senin, 27 September 2021
27o
Kurs