Kamis, 11 Agustus 2022

Jatim Dapat Tambahan 119,36 Persen Pupuk Subsidi

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Pupuk subsidi. Foto: kominfo.jatimprov.go.id

Hadi Sulistyo Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, menyebut alokasi pupuk bersubsidi untuk Jatim mencapai 2.804.823 ton pada 2021. Jatah itu meningkat dari tahun 2020 yang hanya 2.349.959 ton pupuk bersubsidi.

“Artinya Jatim mendapat tambahan alokasi pupuk bersubsidi sebesar 119,36 persen. Jadi total kenaikannya ada sebanyak 454.864 ton pada 2021 ini,” ujar Hadi dalam keterangan yang diterima suarasurabaya.net, Senin (1/2/2021).

Hadi bilang, eski mengalami kenaikan tapi memang ada pengurangan jatah untuk pupuk urea dari 967.612 ton menjadi 948.470 ton atau turun sebesar 19.142 ton di 2021. Kemudian pupuk ZA dari 358.560 ton turun menjadi 344.474 ton atau turun sebesar 14.084 ton, alokasi pupuk organik granul mengalami penurunan dari 324.282 ton menjadi 270.714 ton, turun sekitar 53.568 ton.

“Ini ada kenaikan karena ada pupuk organik cair, khusus di 2021 sebesar 517.609 liter. Jadi totalnya memang naik, tapi ada tiga item yang turun, dan ini sudah didistribusikan ke kabupaten/kota,” kata Hadi.

Hadi mengaku tidak tahu apa alasan pemerintah pusat mengurangi jatah pupuk urea untuk Jatim. Padahal, kata dia, pupuk urea merupakan pupuk yang cocok dengan pertanian di Jatim.

“Jatah pupuk itu adalah kebijakan dari pusat, jadi kita tidak tahu kenapa kok jatah pupuk urea untuk Jatim menurun. Kita tugasnya hanya mendistribusikan alokasi yang dari pusat ke kabupaten/kota,” jelasnya.

Hadi memastikan pupuk bersubsidi sudah didistribusikan ke 38 kabupaten/kota di Jatim. Ia membantah jika terjadi kelangkaan di tingkat bawah.

“Jadi bukan langka, tapi petani itu nariknya kadang melebihi target. Misalnya jatah pupuk Februari diambil, lalu petani ngambil lagi untuk jatah Maret. Sehingga untuk ngambil lagi di bulan berikutnya malah dibilang langka, padahal itu sudah diambil semua. Karena mungkin ketakutan, kalau sesuai jadwal enggak akan terjadi seperti itu,” kata Hadi.

Sebelumnya, Syahrul Yasin Limpo Menteri Pertanian (Mentan) mengatakan Kementerian Pertanian (Kementan) menjamin stok pupuk subsidi mencukupi bagi petani. Pihaknya terus berupaya agar pasokan pupuk subsidi kepada petani tidak bermasalah.

Kata Syahrul, alokasi pupuk yang diterima oleh tiap daerah dipengaruhi oleh besarnya anggaran subsidi, realisasi penyaluran tahun sebelumnya, usulan kebutuhan pupuk dari para petani di daerah, dan luas lahan pertanian yang ada.

“Keberadaan pupuk sangat penting. Oleh karena itu, kita terus memantau ketersediaan pupuk agar kebutuhan petani mencukupi, khususnya kepada mereka yang memang berhak mendapatkan pupuk subsidi,” katanya.(bid/iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Kecelakaan Truk Terguling di KM 750 Tol Waru

Surabaya
Kamis, 11 Agustus 2022
31o
Kurs