Senin, 25 Oktober 2021
Hari Perhubungan Nasional 2021

Membaca Peluang Bisnis Penerbangan di Tengah Pandemi Covid-19

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Gelar wicara Strategi Bisnis Penerbangan dalam Masa Pandemi di Poltekbang Surabaya, Kamis (16/09/2021), dalam rangka Hari Perhubungan Nasional 2021. Foto: Istimewa

Maria Kristi Endah Murni Direktur Angkatan Udara Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub mengatakan, bisnis penerbangan dunia di tengah Pandemi Covid-19 anjlok 372,5 triliun USD.

“Di Indonesia pada 2019-2020 terjadi penurunan tajam. Tahun 2020 angka penerbangan penumpang baik internasional dan nasional (turun) mencapai 64 persen,” katanya, Kamis (16/9/2021).

Maria menyampaikan itu dalam gelar wicara Strategi Bisnis Penerbangan dalam Masa Pandemi yang digelar Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya, Kamis (16/09/2021), dalam rangka Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2021.

Meski mengalami penurunan drastis, menurut Maria, kondisi itu tidak lantas benar-benar mematikan kegiatan penerbangan lain di masa pandemi. Sejumlah terobosan dilakukan.

Salah satunya seperti yang sudah dilakukan PT Whitesky Aviation yang justru mampu menangkap potensi bisnis yang menghasilkan profit di masa pandemi Covid-19.

Ari Nurwanda Director of Marketing and Business Development PT Whitesky Aviation, yang turut menjadi narasumber di gelar wicara itu menjelaskan bagaimana perusahaannya bertahan.

Ketika Pandemi Covid-19 melanda Tanah Air perusahaannya mulai merambah bidang medis untuk pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan jasa memakai helikopter, bertajuk Heli Medevac.

“Kami mengembangkan Heli Medevac karena kebutuhan medis sangat penting dalam kondisi sekarang. Kami bekerja sama dengan profit medis di Jakarta. Kami sewakan armada heli lengkap dengan peralatan dan tim medis untuk yang membutuhkan,” ujarnya.

Seiring beroperasinya Heli Medevac, perusahaan itu juga menyiapkan heliport emergency unit yang bisa dijangkau di sejumlah wilayah. Di antaranya di Bandung, Cikarang, Cikampek, Cirebon dan Banten.

Fasilitas inovatif itu memungkinkan pengguna mendapat pelayanan transportasi yang cepat untuk mengantarkan pasien langsung menuju rumah sakit.

Tidak hanya itu, Whitesky Aviation juga mengembangkan jasa Helicargo yang menyasar kegiatan pengiriman kargo dengan kapasitas tertentu.

“Tentu kuotanya terbatas karena ini berbeda dengan airlines. Kami menyasar international player dan local player,” ujar Ari.

Berdasarkan data 2020 lalu, kata dia, komoditas yang menggunakan jasa kargo mencapai 550.000-650.000 ton/tahun. Sehingga jumlah kargo per hari bisa mencapai 1.500 ton.

“Di situ kami melihat potensi 15 persen per hari sebesar 225 ton. Ini yang kami jadikan target. Jasa kami biasanya dipakai para pelaku kargo yang punya barang critical function,” katanya.

Dengan Helicargo milik PT Whitesky Aviation, perjalanan logistik dari Jakarta ke Bandung bisa ditempuh dengan waktu hanya 45 menit.

PT Lion Parcel melakukan hal yang nyaris sama. Victor Ary Subekti Chief Compliance & Network Officer PT Lion Parcel yang menyatakan itu dalam kegiatan yang sama.

Bisnis logistik di masa pandemi, menurut Victor, justru diuntungkan. Karena seluruh negara melakukan pembatasan penerbangan secara langsung, banyak orang yang memakai jasa logistik.

“Sebelum pandemi, penerbangan mencapai 1.350 fligt per hari. Namun untuk logistik atau kargo hanya terbatas 3-5 ton per flight. Setelah pandemi, penerbangan turun 300-400 flight per hari. Tetapi untuk logistik bisa mencapai 12 ton per flight. Ini menguntungkan,” kata Victor.

Anak perusahaan PT Lion Air Group itu pun memanfaatkan peluang di masa pandemi dengan sangat maksimal. Optimalisasi sistem dijalankan dengan teknologi digital digital 4.0 secara real time.

“Total wilayah yang bisa kami jangkau mencapau 96,1 persen di seluruh Indonesia. Sisanya, kami belum bisa menjangkau karena keterbatasan jaringan di wilayah itu,” ujarnya.

Sementara, Heri Sudarmaji Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara Kemenhub menegaskan, penerbangan tidak bisa dipisahakan dari sistem transportasi nasional dan internasional.

Maskapai penerbangan penumpang dan barang memang terdampak pandemi Covid-19. Tapi seiring Covid-19 yang melandai, sejumlah negara mulai bangkit.

Armada penerbangan di negara-negara itu mulai beroperasi kembali baik untuk tujuan domestik maupun internasional.

“Termasuk di Indonesia, yang memang hal ini menjadi kontraproduktif. Di satu sisi ingin masyarakatnya sehat, di sisi lain perekonomian harus tumbuh. Maka harus ada antisipasi supaya keduanya bisa berjalan baik,” kata Heri.

M Andra Aditiyawarman Direktur Poltekbang Surabaya berharap gelar wicara ini bisa memberi wawasan perkembangan bisnis komersial penerbangan privat dan informasi dukungan sektor penerbangan di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Mudah-mudahan upaya ini bisa mendorong kegiatan perekonomian di Indonesia bangkit kembali dari suasana yang kurang baik jadi peluang yang tentu membutuhkan inovasi serta startegi. Salah satunya dalam bisnis penerbangan,” ujar Andra.

Menurutnya dalam kondisi saat ini tidak mudah bisnis penerbangan bertahan. Tapi sebagaimana disampaikan sejumlah narasumber, ada peluang yang tetap bisa dioptimalkan.

“Salah satunya bisnis kargo juga angkutan lain yang bisa dimanfaatkan. Ataupun privat jet dan helikopter dan sebagainya yang bisa dimanfaatkan para pengusaha menjadi kegiatan lain dalam mengangkut komoditi yang bernilai jual tinggi,” katanya.

Dalam Peringatan Harhubnas 2021, Poltekbang Surabaya berkomitmen memberikan upaya terbaik dalam upaya kemajuan SDM di bidang perhubungan, serta mendorong konektivitas transportasi darat, laut, dan udara.

“Sehingga transportasi ini bisa menjadi penanda kemajuan peradaban negara. Kami berharap transportasi di negara kita lebih baik, mengangkat bangsa kita menjadi lebih maju, modern, dan menyejahterahkan masyarakat,” katanya.(den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat BBM Terbakar di Tol Pandaan

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Senin, 25 Oktober 2021
34o
Kurs