Jumat, 3 Desember 2021

PLN Klaim Lonjakan Konsumsi Listrik Jadi Tanda Kebangkitan Ekonomi Indonesia

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Petugas PLN memeriksa meter listrik di rumah warga. Foto: PLN

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencatat konsumsi listrik mencapai 146 Terra Watt hour (TWh) terhitung dari bulan Januari sampai Juli 2021, atau tumbuh 4,44 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Bob Saril Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN menilai, kenaikan konsumsi listrik menjadi salah satu indikator pemulihan ekonomi Indonesia pascapuncak pandemi Covid-19.

Dalam keterangan pers, Rabu (8/9/2021), dia menjelaskan pertumbuhan konsumsi listrik di sektor industri mencapai 9,93 persen. Sedangkan sektor rumah tangga tumbuh 3,34 persen.

“Hal itu mengindikasikan sektor industri di Indonesia sudah mulai bangkit kembali dari pandemi Covid-19, dan ekonomi sudah mulai berjalan,” ujarnya.

Berdasarkan data PLN, pertumbuhan konsumsi listrik sektor industri yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah besi dan baja mencapai 21 persen.

Kemudian, konsumsi listrik sektor otomotif 19,5 persen, tekstil 6,9 persen, plastik 5 persen, lalu makanan dan minuman 3,7 persen.

Sementara, konsumsi listrik sektor bisnis sampai Juli 2021, menurut Bob, belum terlalu signifikan.

Walau begitu, sektor bisnis seperti pusat perbelanjaan/mal, dan sektor pariwisata mulai menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dari periode yang sama tahun lalu.

Lebih lanjut, Bob Saril mengungkapkan, peningkatan konsumsi listrik juga terlihat dari beban puncak kelistrikan, khususnya pada sistem kelistrikan Jawa-Bali.

Pada semester I 2021, beban puncak kelistrikan ada di atas 27 ribu megawatt (MW), dengan beban puncak tertinggi terjadi tanggal 8 Juni 2021 mencapai 27.335 MW.

Sebelumnya, pada 2020, beban puncak kelistrikan di Pulau Jawa dan Bali tercatat sekitar 26 ribu MW.

Untuk meningkatkan penjualan listrik, Bob menyebut PLN akan fokus pada strategi mendorong permintaan melalui upaya intensifikasi dan ekstensifikasi.

Strategi intensifikasi dilakukan PLN melalui bundling dan promo untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan, seperti promo tambah daya Super Merdeka Listrik.

Promo itu memberikan harga spesial untuk Biaya Penyambungan (BP) pada Layanan Tambah Daya bagi Konsumen tegangan rendah 1 phasa daya 450 VA dan 900 VA di semua golongan tarif dengan pilihan daya akhir mulai daya 900 VA sampai 5.500 VA, dengan biaya Rp202.100.

Strategi intensifikasi juga dilakukan lewat penerapan gaya hidup sehari-hari menggunakan peralatan berbasis listrik atau electrifying lifestyle, seperti mendorong ekosistem dan penggunaan satu juta kompor induksi, serta kendaraan listrik berbasis baterai.

Di samping itu, strategi ekstensifikasi ditempuh PLN dengan melihat ceruk pasar yang masih potensial seperti electrifying agriculture, dan electrifying marine untuk sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.(rid/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Jumat, 3 Desember 2021
30o
Kurs