Rabu, 3 Maret 2021
OPOP Jawa Timur

Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Ngawi Ambil Peluang Usaha Lewat Serabut Kelapa

Laporan oleh Anggi Widya Permani
Bagikan
Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Paron Ngawi manfaatkan limbah serabut kelapa untuk peluang usaha. Foto; Suara Surabaya Media

Pernah terbayang untuk bisnis serabut kelapa? Mungkin sebagian besar orang beranggapan serabut kelapa itu hanya limbah dan lebih memilih untuk membuangnya.

Sama seperti yang diceritakan Gus Jefri Hidayat Pengurus Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Paron Ngawi, yang akhirnya memanfaatkan serabut kelapa itu dan menjadikannya produk unggulan di tempatnya.

“Di Ngawi itu banyak serabut kelapa yang berantakan di pasar-pasar dan di tempat seperti warung. Akhirnya Pondok Pesantren Mambaul Hikmah punya ide gimana kalau serabut kelapa itu kita gunakan sebagai wadah berkegiatan santri dan pemberdayaan ekonomi juga. Serabut yang tumpuk-tumpuk itu kita ambil, lalu diproses dengan mesin selep,” kata Gus Jefri kepada Radio Suara Surabaya.

Dari proses itu, lanjut dia, ada tiga jenis produk yang dihasilkan yaitu coco fiber, coco bristle, dan cocopeat yang memiliki banyak manfaat dan kegunaan. Biasanya untuk kerajinan seperti sapu, sangkar burung, dan media tanam.

Dimulai sejak akhir 2017, produk dari limbah serabut kelapa ini mulai dikenal banyak orang. Permintaannya pun cukup banyak, terutama untuk media tanam bunga atau kokedama, yang menurut Gus Jefri banyak diminati di saat pandemi Covid-19.

“Untuk pemasarannya biasanya dari pengrajin sapu, lampu, sangkar burung, terus kegiatan tanam menanam ada juga yang ngambil dari kita. Seperti kokedama, kan lagi tren sekarang tanam-tanama bunga gitu,” kata dia.

Bukan hanya menambah dari sisi ekonomi, kata dia, bisnis serabut kelapa ini juga bisa dimanfaatkan santri di Ponpes Mambaul Hikmah untuk berkarya. Pihaknya berharap, usaha tersebut tidak hanya meluas di wilayah Ngawi tapi juga menambah mitra kerja dari daerah-daerah  lainnya. Termasuk dukungan dari OPOP Jatim.

“Tujuannya agar para santri punya kegiatan pemberdayaan ekonomi, terutama setelah mereka lulus dari pondok. Jadi punya pandangan usaha, dan ini produk yang bisa dilanjutkan dan dikembangkan,” ujarnya. (ang/lim)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Atap Ambruk di Rangkah

Berlubang dan Berkubang

Kebakaran Rumah di Wonosari Surabaya

Truk Tabrak Warung di Sidoarjo

Surabaya
Rabu, 3 Maret 2021
25o
Kurs