Senin, 29 November 2021

Presiden Dorong Pembiayaan Fintech untuk Kegiatan Produktif dan Membantu UMKM

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Ilustrasi. Fintech. Foto: sbs.ox.ac.uk

Industri jasa keuangan berbasis teknologi yang dikenal dengan istilah financial technology (fintech), mengalami perkembangan yang pesat di Indonesia. Joko Widodo Presiden berharap, pembiayaan fintech mendukung kegiatan produktif, dan memberikan kemudahan akses buat masyarakat yang tidak terjangkau layanan perbankan.

Kemudian, Presiden juga ingin fintech membantu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) supaya lebih banyak UMKM masuk ke pasar digital.  Pernyataan itu disampaikan Jokowi, pagi hari ini, Senin (11/10/2021), dalam acara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Virtual Innovation Day 2021, di Istana Negara, Jakarta.

“Pembiayaan fintech harus didorong untuk kegiatan produktif membangun kemudahan akses, memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang tidak terjangkau layanan perbankan. Kemudian, membantu pelaku UMKM agar lebih banyak melakukan transaksi digital yang minim aktivitas fisik, serta membantu UMKM untuk naik kelas dan masuk ke go digital,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden titip pesan kepada OJK dan para pelaku usaha dalam ekosistem fintech memastikan inklusi keuangan yang diikuti dengan percepatan literasi keuangan dan literasi digital.

Menurutnya, hal itu penting supaya kemajuan inovasi keuangan digital memberikan manfaat buat masyarakat luas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Inklusi keuangan juga harus memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat khususnya masyarakat lapisan menengah ke bawah, agar menjadi solusi untuk menekan ketimpangan, dan untuk menjangkau segmen masyarakat yang belum tersentuh sistem keuangan konvensional,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Jokowi Presiden menekankan pentingnya provider keuangan digital berorientasi Indonesiasentris.  Artinya, jangan cuma berpusat di Pulau Jawa, tapi juga membantu mempercepat transformasi keuangan di pelosok tanah air.  Presiden juga meminta seluruh industri jasa keuangan melaksanakan program literasi keuangan dan literasi digital mulai dari desa dan daerah pinggiran.

Dengan begitu, diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan jasa industri keuangan, dan memfasilitasi kewirausahaan masyarakat dengan risiko yang rendah.

Presiden menambahkan, Indonesia punya potensi menjadi raksasa digital seperti China dan India. Jokowi optimistis ekonomi Indonesia masuk peringkat tujuh besar dunia pada tahun 2030 mendatang.(rid/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Senin, 29 November 2021
27o
Kurs