Jumat, 21 Juni 2024

Bea Cukai Sinergi dengan Pemda Tingkatkan Kemampuan Ekonomi Pelaku Usaha

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan

Untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku usaha, Bea Cukai melaksanakan sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah (pemda). Kolaborasi berbentuk layanan satu pintu dengan instansi di daerah, dan gelaran acara penghargaan yang mengangkat tema UMKM.

Hal itu disampaikan Hatta Wardhana Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, dalam keterangannya, Jumat (4/3/2022).

“Sinergi antar instansi di daerah ini diharapkan dapat memudahkan pelaku usaha dalam menjalankan proses bisnisnya. Melalui sinergi dalam pelayanan satu pintu, proses permohonan atau perizinan dapat lebih mudah dilakukan. Selain layanan satu pintu, bentuk sinergi pun dapat dilakukan dengan beragam sebagai bentuk intimasi dengan instansi lain dan pengguna jasa,” ujarnya.

Kata Hatta, membangun sinergi itu seperti yang dilakukan Bea Cukai Gresik dengan menggelar kegiatan pemberian penghargaan kepada pengguna jasa dengan mengusung tema “Beauty of Tenun“.

“Gelar acara penghargaan ini adalah agenda tahunan yang diselenggarakan Bea Cukai Gresik dalam bentuk Bea Cukai Gresik Awards. Selain memberikan tujuh nominasi penghargaan kepada eksportir dan pengusaha barang kena cukai, kali ini acara dikemas dalam bentuk peragaan busana dengan tema “The Beauty of Songket Indonesia” dan lelang Sarung Tenun Gresik,” jelasnya.

Di Banyuwangi, lanjut Hatta, Bea Cukai setempat menghadiri undangan dari Pelindo Pelabuhan Tanjung Wangi. Undangan ini melibatkan Bea Cukai, Karantina, Imigrasi, Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan, dan berbagai instansi lainnya. Selain itu turut hadir dalam kegiatan yaitu Pelindo dan BMC Logistics.

“Tujuan acara tersebut sebagai agenda persiapan pelayanan peti kemas di pelabuhan Tanjung Wangi. Harapannya, agar operasi petikemas segera berjalan di pelabuhan Tanjung Wangi sehingga pelaku bisnis mendapatkan efisiensi biaya logistik dan meminimalisasi kemungkinan risiko barang rusak saat pengiriman,” kata dia.

Menurut Hatta, berbeda lagi dengan yang dilakukan oleh Bea Cukai Bogor. Mereka melakukan studi tiru Rumah Ekspor Solo ke Bea Cukai Surakarta dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Surakarta. Rumah Ekspor Solo sendiri merupakan bentuk kolaborasi Bea Cukai, Ditjen Pajak, dan LPEI untuk pemberdayaan UMKM dalam program Business Development Service (BDS) dan pelatihan seputar perpajakan.

“Melalui kegiatan studi tiru ini diharapkan sinergi serupa dapat diterapkan di wilayah Bogor dan sekitarnya,” kata dia.

Sementara itu di Palu, lanjut Hatta, Bea Cukai Pantoloan telah terlebih dulu melakukan kolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tengah, Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu, serta Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Palu dalam bentuk Klinik Ekspor Sulawesi Tengah.

“Bea Cukai Pantoloan melakukan pertemuan dengan instansi tersebut terkait pengembangan kegiatan ekspor di Sulawesi Tengah dan melanjutkan sinergi antar instansi di daerah dalam program pelayanan terpadu satu pintu di tahun 2022,” pungkas Hatta.(faz/tin/rid)

Berita Terkait

..
Surabaya
Jumat, 21 Juni 2024
28o
Kurs