Minggu, 3 Maret 2024

Capaian Pemulihan Ekonomi Jatim Baik, Saatnya Perluas Pasar Ekspor

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi peti kemas yang akan diekspor. Foto: Kemenkeu

Prof. Rudi Purwono, ekonom Universitas Airlangga mencatat beberapa hal menarik dari upaya pemulihan ekonomi yang telah ditempuh Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun ini.

Pertama, kinerja Pemprov Jatim mendorong ekonomi bangkit lebih cepat sesudah ada Covid-19.

“Saya sepakat dengan tagline Optimis Jatim Bangkit sebab dari sisi global tantangannya luar biasa. Politik dunia berdampak pada semua negara. Negara maju mengendalikan inflasinya dengan suku bunga yang tinggi,” ujar Prof. Rudi dalam program Wawasan di Radio Suara Surabaya, bertepatan dengan Hari Jadi Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang Ke-77 Tahun, Rabu (12/10/2022).

Selama ini Pulau Jawa mempunyai kontribusi yang sangat tinggi terhadap output nasional yaitu sebesar 56 persen, dengan capaian pertumbuhan ekonomi di triwulan kedua 2022 sebesar 5,6 persen. “Jawa Timur punya peranan yang sangat signifikan, kontribusi di Pulau Jawa 25,3 persen. Kalau secara nasional 14,8 persen. Di triwulan kedua pertumbuhan 5,74 persen, lebih tinggi dari nasional,” kata dia.

Kedua, peningkatan dalam kinerja investasi. Pertumbuhan investasi penting seiring upaya menggerakkan ekonomi secara sehat dengan meningkatkan produksi dengan harapan penyerapan tenaga kerja, meningkatkan rantai pasok.

Kemudian juga memberi nilai bahwa Jawa Timur punya daya tarik tinggi. Investor melihat market jatim, keamanan, stabilitas sosial politik, dan pengelolaan perizinan. Secara keseluruhan mampu menggerakkan ekonomi Jawa Timur untuk investasi. Dibandingkan provinsi lain di luar jawa yang mengunggulkan industri ekstraktif, Jawa Timur mengunggulkan dari industri pengolahan.

Meski demikian, Rudi juga memberikan catatan khusus pada peningkatan ekspor komoditi pengolahan makanan minuman yang belum maksimal. Kalau selama ini Jawa Timur masih fokus Amerika, Jepang, Eropa, atau ASEAN, saatnya mengembangkan ke kawasan lain yang mempunyai daya beli tinggi.

“Kita harus meningkatkan nilai tambah dan memperluas pasar. Mungkin juga mengembangkan produk halal ke kawasan timur tengah atau negara-negara Organisasi Konferensi Islam (OKI),” ujarnya.

Ketiga, kegiatan ekonomi memang masih terpusat di perkotaan. Namun, ekonomi di daerah tetap bergerak melalui usaha mikro kecil menengah (UMKM).

“Sekarang ini pemerintah daerah saling memperhatikan kinerja pemerintah daerah lainnya. Satu bergerak lari, lainnya pasti ikut berlari. Selain itu industri besar, sedang, dan kecil harus terkait, terintegrasi,” ujarnya.(iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Surabaya
Minggu, 3 Maret 2024
27o
Kurs