Sabtu, 4 Februari 2023

Dalam Rapat Panja Komisi VI DPR, Dirut Telkom: Investasi Telkomsel di GoTo Sesuai GCG

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Ririek Adriansyah Dirut PT Telkom Indonesia. Foto: Telkom

Ririek Adriansyah Direktur Utama sekaligus CEO Telkom Group menyatakan, investasi Telkomsel di Gojek Tokopedia (GoTo) sudah sesuai dengan Good Corporate Governance (GCG).

Pernyataan tersebut disampaikan Ririek usai mengikuti Rapat Panitia Kerja (Panja) Investasi BUMN pada Perusahaan Digital, di Komisi VI DPR RI, Selasa (14/6/2022).

“Saya dan Dirut Telkomsel memberi penjelasan meliputi garis rencana Telkom ke depan ekspansi dan sebagainya. Kami juga sampaikan proses investasi Telkomsel di GoTo sudah memenuhi berbagai prinsip GCG yang berlaku,” ucapnya.

Dia menyambut baik Anggota Panja DPR yang memberikan kesempatan kepadanya untuk menjelaskan mengenai investasi tersebut.

Menurutnya, forum itu bisa jadi tempat untuk menjawab berbagai pertanyaan mengenai investasi Telkomsel di GoTo.

Ririek menegaskan, investasi Telkomsel di platform tersebut juga tidak melibatkan Kementerian BUMN.

“Secara umum, investasi memang diterapkan Telkomsel dan tentunya di Telkomsel ada juga pemegang saham lain, Singtel yang lebih berpengalaman dan juga lebih independen. Kemudian, sampai ke berbagai proses, sudah diverifikasi tim, dibawa ke rapat direksi Telkomsel, dan sampai di Komisaris Telkomsel, kemudian sampai ke pemegang saham dalam hal ini Telkom dan Singtel. Jadi, keputusan itu tidak melibatkan Komisaris Telkom, apalagi Kementerian BUMN. Itu enggak ada. Memang aturan UU seperti itu,” paparnya.

Lebih lanjut, Ririek menjelaskan ketika berinvestasi di platform digital, pihaknya juga memperhatikan capital gap dan potensi sinergi valuenya.

Dengan berinvestasi di GoTo, dia menyebut tahun 2021 Telkomsel mencatat income revenue sebanyak Rp473 miliar.

“Di Kuartal I tahun 2022 itu sudah ada sekitar Rp153 miliar. Artinya kalau dikalikan empat saja itu sudah sekitar Rp600 miliar lebih, sudah ada pertumbuhan sekitar 25 persen dibanding income revenue di tahun 2021,” terangnya.

Perolehan itu sekaligus menepis kabar kalau investasi Telkomsel di GoTo mengakibatkan kerugian.

“Kemarin harga saham GoTo Rp368. Kalau dibandingkan ketika Telkomsel investasi ada di kisaran Rp270. Sehingga, mencatat dana Rp2,8 triliun,” katanya.

Kemudian, pihak Telkomsel juga memberikan interim report kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) supaya bisa diketahui perkembangan perusahaan.

Dalam laporan khusus terkait investasi GoTo, Ririek mengatakan juga dimasukkan unrealized loss. Walau begitu, dia memastikan sekarang Telkomsel masih untung.

“Ada investor yang masuk setelah kami yang belum akhir tahun. Itu harga saham per lembar Rp375, sehingga tahun 2021 kami mencatat fund release dari Rp270 menjadi Rp375 atau setara dengan hampir Rp2,5 triliun. Ketika IPO harga saham GoTo kan Rp338, artinya lebih rendah dari Rp375. Karena itu, di interim report tahun 2021 kami mencatat unrealized loss Rp821 miliar Sebenarnya Rp338 pun kalau dibandingkan Rp270 itu masih untung,” pungkasnya.(rid/ipg)

Berita Terkait