Senin, 5 Desember 2022

Dinas Pertanian Perkirakan Beras Impor Bulog Tidak Masuk Jatim karena Stoknya Cukup

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Proses bongkar muat beras di Gudang Bulog Divisi Regional Jawa Timur, Buduran. Foto: Dokumen suarasurabaya.net

Pipit Wahyuningsih Staff Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Jawa Timur menyebut kondisi beras di Jatim saat ini secara umum cukup, sehingga rencana Pemerintah yang mengutus Bulog untuk mengimpor beras demi mengamankan stok nasional diperkirakan tidak akan masuk ke Jatim.

Berdasarkan data yang dipegangnya, tahun ini luas panen padi di Jawa Timur secara kumulatif mencapai 1,7 juta hektare, dengan hasil konversi produksi padi sekitar 9,6 juta hektare, dan konversi ke beras mencapai 5,5 juta ton.

“Tetapi untuk angka di Jawa Timur, di bulan November ini aja menurut prakiraan kami, untuk data panen di kami, ini menunjukkan di November kita bisa menghasilkan 380 ribu ton. Sedangkan konsumsi kita rata-rata untuk satu bulan di November prakiraannya sekitar 250 ribu ton. Jadi kita masih ada stok. Itu kita untuk mengisi pasar,” ujar Pipit saat mengudara di Radio Suara Surabaya, Kamis (24/11/2022).

Selain itu, di bulan November ini Jatim memasuki masa tanam padi dengan perkiraan masa panen di bulan Februari-Maret tahun depan. Ditambah lagi pada bulan Desember Jatim juga masuk masa panen.

“Jawa timur masih aman, petani masih menanam, dan masih ada panen saat ini. Kalau misalkan memang pada saat ini cadangan di Bulog menipis, kalau petani panen pastinya mereka juga punya stok di rumah tangga,” imbuhnya.

Ini juga sesuai dengan predikat Jatim sebagai produsen terbesar padi nasional dan komitmen menjaga lumbung pangan nasional tetap terjaga. Oleh karena itu, Dinas Pertanian Jatim juga diminta Pemerintah membantu memenuhi kebutuhan cadangan beras dalam negeri sebesar 600 ribu ton yang rencananya akan dibeli oleh Bulog dengan harga komersil.

“Kami diberi waktu 6 hari mulai hari ini. Jadi kami harus melakukan pendataan secara faktual di penggilingan-penggilingan,” sebut Pipit.

Ia memperkirakan Jawa Timur bisa mensupport sebanyak 50-70 ribu ton beras untuk Bulog.

“Kalau dari panen dan kebutuhan konsumsi kita kan masih ada margin di atas 100 ribu ton, sekitar 130 ribu ton, tapi itu kan juga menjadi konsumsi masyarakat. Paling tidak Jawa Timur 50 ribu-70 ribu (ton) sebenarnya mungkin bisa. Tadi malam pun sudah ada salah satu dari penggilingan padi, berani berkomitmen kalo dibeli Bulog dengan harga pasar, mereka siap dengan 50 ribu ton,” pungkasnya.(tik/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Senin, 5 Desember 2022
29o
Kurs