Rabu, 10 Agustus 2022

Harga Minyak Turun di Perdagangan Asia, Karena Kekhawatiran Resesi

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Ilustrasi industri minyak. Foto: HO-Pertamina

Harga minyak turun di awal perdagangan Asia pada Senin (4/7/2022) yang memangkas kenaikan dari sesi sebelumnya karena kekhawatiran resesi global membebani pasar. Selain itu pasokan minyak di awasi dengan ketat di tengah produksi OPEC yang lebih rendah.

Minyak mentah berjangka Brent tergelincir 35 sen atau 0,3 persen, yang diperdagangkan menjadi 111,28 dolar AS per barel pada pukul 00.16 GMT, setelah melonjak 2,4 persen pada Jumat (1/7/2022).

Kemudian, Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS juga turun 32 sen atau 0,3 persen, diperdagangkan di 108,11 dolar AS per barel, setelah terangkat 2,5 persen pada Jumat (1/7/2022).

Sementara itu kekhawatiran resesi telah membebani pasar selama dua minggu terakhir, meskipun pasokan tetap ada untuk mencegah penurunan harga yang lebih curam.

“Pasar energi tetap sarat dengan risiko pasokan spesifik yang membuat posisi jual menjadi pengalaman yang menegangkan,” kata Tobin Gorey analis komoditas Commonwealth Bank, Seni (4/7/2022) melansir Antara.

Produksi dari 10 anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Juni turun 100.000 barel per hari (bph) menjadi 28,52 juta barel per hari , jauh dari peningkatan yang dijanjikan sekitar 275.000 barel per hari, sebuah survei Reuters menunjukkan.

Selain itu, penurunan di Nigeria dan Libya ikut mengimbangi kenaikan oleh Arab Saudi dan produsen besar lainnya, sedangkan Libya menghadapi gangguan pasokan lebih lanjut karena meningkatnya kerusuhan politik.

“Ini membuat kemungkinan kelompok (OPEC) memenuhi kuota produksi yang baru ditingkatkan menjadi semakin tidak mungkin,” kata analis ANZ Research dalam sebuah catatan.

Akibat kerusuhan politik, ekspor Libya telah turun menjadi antara 365.000 barel per hari dan 409.000 barel per hari, turun sekitar 865.000 barel per hari dibandingkan dengan tingkat normal, National Oil Corp mengatakan pekan lalu.

Industri akan mengawasi harga resmi untuk Agustus dari eksportir minyak utama Arab Saudi untuk tanda-tanda seberapa ketat pasar, dengan para penyuling bersiap untuk kenaikan tajam lainnya mendekati level rekor yang ditetapkan pada Mei.

Sembilan sumber penyulingan yang disurvei oleh Reuters memperkirakan harga jual resmi minyak mentah Arab Light andalan Saudi bisa naik sekitar 2,40 dolar AS per barel dari bulan sebelumnya.(ant/wld/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Kecelakaan Truk Terguling di KM 750 Tol Waru

Surabaya
Rabu, 10 Agustus 2022
25o
Kurs