Kamis, 1 Desember 2022

Jawa Timur Paling Banyak Menerima Kedatangan Wisatawan Asal Jepang pada Tahun 2021

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Kawasan bisnis di Tokyo, Jepang. Foto: Antara/Reuters

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mengeluarkan publikasi tahunan Satistik Pariwisata Provinsi Jawa Timur 2021.

Dalam data statistik yang dirilis Rabu (13/9/2022) tersebut BPS Jatim mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Provinsi Jawa Timur dan kebangsaan wisatawan mancanegara tersebut.

Pada tahun 2021, sepuluh negara asal wisatawan mancanegara terbanyak yang mendominasi kunjungan ke Provinsi Jawa Timur yaitu Jepang (97 wisatawan), Amerika Serikat (87 wisatawan), Korea Selatan (64 wisatawan), Tiongkok (54 wisatawan).

Kemudian Malaysia (48 wisatawan), Singapura (28 wisatawan), Filipina (19 wisatawan), Belanda (18 wisatawan), Jerman (18 wisatawan), dan Perancis (15 wisatawan).

Wisatawan mancanegara dari 10 negara tersebut mencakup adalah 65,02 persen dari total kedatangan wisatawan mancanegara di tahun 2021.

Dari sepuluh negara tersebut, wisatawan mancanegara berkebangsaan Jepang menempati posisi tertinggi, yaitu sebesar 14,08 persen dari total kunjungan ke Provinsi Jawa Timur. Di posisi kedua dan ketiga adalah wisatawan mancanegara berkebangsaan Amerika Serikat sebesar 12,63 persen dan Korea Selatan sebesar 9,29 persen.

Kunjungan tertinggi wisatawan berkebangsaan Jepang pada tahun 2021 terjadi pada bulan Juni 2021 yaitu sebanyak 53 kunjungan. Hal ini berkaitan dengan adanya kerja sama antara PT Freeport Indonesia (PTFI) dengan perusahaan asal Jepang, PT Chiyoda International Indonesia, untuk kegiatan poyek smelter Manyar, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur.

Sedangkan kunjungan wisatawan mancanegara berkebangsaan Amerika Serikat pada tahun 2021 terjadi pada bulan Oktober 2021 yaitu sebanyak 35 kunjungan yang merupakan personel militer Amerika Serikat (AS) yang mengikuti kegiatan Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) Indonesia pada 1 November di Surabaya.

Dari sepuluh kunjungan terbesar wisatawan mancanegara seluruhnya mengalami penurunan dibanding tahun 2020. Hal ini dikarenakan penutupan akses bagi turis-turis mancanegara dan diberlakukannya kebijakan penutupan objek wisata, sehingga menyebabkan kunjungan wisatawan tidak mengalami pertumbuhan.(dfn/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Kamis, 1 Desember 2022
27o
Kurs