Sabtu, 10 Desember 2022

Kadin Jatim Ajak Amerika Kerjasama Alih Teknologi Pertanian

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Adik Dwi Putranto ketua umum kadin Jatim (tengah), saat pertemuan dengan Jasmin Osinski Atase Pertanian Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kanan ketua umum kadin jatim), dan Rey Santella Konselor Pertanian Kedutaan besar Amerika Serikat (kiri ketua umum kadin jatim). Foto: Kadin Jatim

Adik Dwi Putranto Ketua Umum Kamar Dadang dan Industri (Kadin) Jawa Timur berkomitmen mendorong peningkatan kinerja sektor agrobisnis di wilayah Jatim melalui penerapan bioteknologi untuk komoditas pertanian seperti jagung, kedelai dan buah-buahan.

Hal ini diungkapkan Adik Dwi Putranto saat pertemuan dengan Jasmin Osinski Atase Pertanian Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Rey Santella Konselor Pertanian Kedutaan besar Amerika Serikat di Jakarta.

Adik mengungkapkan, sejauh ini penerapan bioteknologi di Indonesia masih minim. Padahal alih teknologi ini sangat diperlukan demi tercapainya kemandirian pangan nasional.

Khususnya untuk beberapa komoditas yang hingga saat ini masih harus impor seperti kedelai.

“Amerika adalah salah satu negara yang berhasil menerapkan bioteknologi untuk komoditas pangan. Oleh karena itu Kadin berharap mereka mau bekerjasama dengan kami untuk mengembangkannya di Jatim. Dan mereka setuju,” ujar Adik Dwi Putranto, Senin (11/7/2022).

Bioteknologi pertanian adalah suatu alat baru dalam ilmu perbaikan tanaman dan hewan.

Bioteknologi ini menggunakan teknologi penggabungan atau penyambungan sel dan gen (DNA) untuk memperbaiki tanaman dan hewan, atau untuk menghasilkan produk baru.

Teknologi ini sudah banyak digunakan di luar negeri. Contohnya digunakan pada komoditas kedelai yang membuat biji menjadi lebih besar, produktivitas lebih tinggi dan masa tanam menjadi lebih pendek.

“Di beberapa negara, yang paling besar menggunakan bioteknologi adalah kedelai. Dan kedelai ini paling terseok-seok adalah Indonesia,” ujarinya.

Kata Andik, 90 persen kebutuhan kedelai untuk tempe dan tahu di Indonesia dipenuhi impor dari negara-negara penghasil bioteknologi bidang agricultural seperti Amerika Serikat.

Adik berharap, bioteknologi ini nantinya bisa diterapkan di pertanian hortikultura seperti kedelai dan jagung serta buah-buahan. “Akan kami siapkan demplot (Demontration Plot) di Jombang, Kediri dan Malang,” ujar Adik.

Pada kesempatan tersebut, mantan Ketua HIPMI Jatim ini juga mengajak Kedutaan Besar Amerika dan pengusaha Amerika untuk hadir dan menjadi pembicara di pameran Inagro Expo 2022 yang bakal digelar oleh Kadin Jatim pada bulan Agustus 2022.

“Kami juga mengundang perusahaan agro Amerika yang ada di Indonesia untuk ikut pameran, termasuk teknologi pertanian yang akan dipamerkan. Selain itu kami juga membicarakan kerjasama pemagangan di perusahaan agro yang ada di Amerika dan juga perusahaan Amerika yang sudah ada di Indonesia. Dalam pertemuan itu mereka menyatakan komitmennya membantu Indonesia untuk meningkatkan sektor pertanian, termasuk program pemagangan di perusahaan agrobisnis,” pungkasnya.(wld/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Sabtu, 10 Desember 2022
31o
Kurs