Rabu, 29 Juni 2022

Kemendag Luncurkan Program Migor Rakyat Berbasis Digital

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Muhammad Lutfi Menteri Perdagangan didampingi Oke Nurwan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri meninjau pelaksanaan Program Migor Rakyat, di Jakarta, Selasa (17/5/2022). Foto: Humas Kemendag

Kementerian Perdagangan dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara bersinergi dengan pelaku bisnis gorengan dalam Program Migor Rakyat.

Program yang mulai dijalankan hari ini, Selasa (17/5/2022), bertujuan menjaga penjualan minyak goreng curah seharga Rp14 ribu per liter tepat sasaran untuk masyarakat berpendapatan rendah.

Muhammad Lutfi Menteri Perdagangan (Mendag) mengatakan, program itu merupakan salah satu bentuk kepedulian pengusaha minyak goreng kepada masyarakat.

“Program Migor Rakyat epenuhnya dijalankan melalui proses bisnis antara distributor minyak goreng dengan para pengecer atau pelaku usaha kecil. Tidak ada subsidi minyak goreng untuk para pengusaha dan pada waktunya akan menjadi suatu terobosan bisnis model baru,” ujarnya di sela kegiatan meninjau implementasi Program Migor Rakyat, di Jakarta, Selasa (17/5/2022).

Di tempat yang sama, Oke Nurwan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri menjelaskan, Program Migor Rakyat pada transaksi eceran langsung kepada penerima manfaat, yaitu kelompok masyarakat berpendapatan rendah.

Implementasi dilaksanakan pelaku usaha minyak goreng menggunakan teknologi aplikasi digital untuk memastikan penjualan migor curah tepat sasaran.

Para pengecer akan melakukan penjualan kepada masyarakat sebanyak 1 atau 2 liter per hari berbasis kartu identitas.

“Daftar lokasi penjualan (titik jual) Program Migor Rakyat yang menggunakan platform Gurih Indomarko dan Warung Pangan ID Food dapat diakses oleh siapa saja,” paparnya.

Sekarang, lanjut Oke, sudah ada sebanyak 1200 lokasi di lima provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Utara.

Dalam waktu dekat, Kemendag mengupayakan supaya jumlahnya tambah banyak menjadi 10 ribu lokasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Bersamaan dengan adanya Program Migor Rakyat, BUMN Holding Pangan ID FOOD juga meluncurkan aplikasi platform digital pendistribusian minyak goreng terintegrasi.

Frans Marganda Tambunan Direktur Utama Holding pangan ID FOOD mengatakan platform digital pendistribusian minyak goreng curah terintegrasidiciptakan untuk kemudahan pedagang, pengecer hingga konsumen dalam menjual dan membeli minyak goreng.

Fitur layanan minyak goreng ini tersedia di aplikasi Warung Pangan yang dikelola anak usaha Holding PT Perusahaan Perdagangan Indonesia kolaborasi dengan PT Rajawali Nusindo, produsen, distributor dan Asosiasi Pedagang.

“Jadi melalui aplikasi terintegrasi ini, setiap pedagang atau pengecer minyak goreng curah akan didistribusikan minyak goreng 200 liter per hari dari ID FOOD, kemudian pengecer tersebut dapat bertransaksi penjualan langsung ke konsumen secara online, maksimal pembelian 2 liter minyak goreng curah untuk setiap konsumen per hari, harga per liter pun disesuaikan HET Pemerintah yaitu Rp14 ribu per liter,” ucap Frans.

Dia menambahkan, ada beberapa skema yang dilakukan oleh ID FOOD group dalam mendistribusikan minyak goreng.

“Skema pertama adalah yang rutin saat ini didistribusikan ID FOOD group ke pedagang-pedagang pasar tradisional, hingga 13 Mei 2022 pendistribusian minyak goreng curah terdistribusi sebanyak 39,8 juta liter,” katanya.

Skema kedua, Business to business (B2B) melalui sistem pendistribusian minyak goreng terintegrasi antara pedagang mau pun pembeli di aplikasi Warung Pangan.

“Para pengecer minyak goreng dipastikan mendapat pasokan secara berkelanjutan dari ID FOOD group, hal ini juga untuk mengantisipasi kelangkaan pasokan,” paparnya.

Nina Sulistyowati Direktur Utama PT PPI menambahkan perusahaan melalui platform Warung Pangan (WP) aktif mendistribusikan minyak goreng curah untuk melayani mitra Warung Pangan.

“Kami memastikan saluran pendistribusian minyak goreng melalui UMKM-UMKM yang merupakan mitra Warung Pangan di berbagai kota, di mana dengan aplikasi WP ini juga dapat memonitor harga jual yang ditetapkan pemerintah sampai ke pengguna akhir,” ucap Nina.

PPI juga sudah dan akan terus melakukan sosialisasi lewat spanduk bertanda khusus di mitra Warung Pangan tersebut sebagai alat kontrol masyarakat untuk memastikan harga yang ditetapkan sesuai aturan pemerintah pemerintah.

Sampai hari ini, mitra warung pangan PPI mencapai 69 ribu yang tersebar di 27 titik kota di Indonesia.(rid/dfn)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 29 Juni 2022
32o
Kurs