Kamis, 9 Februari 2023

Rupiah Menguat di Tengah Indikasi Pelonggaran Kebijakan Covid-19 di China

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Ilustrasi. Foto: Antara

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (9/12/2022) pagi, menguat di tengah indikasi pelonggaran kebijakan Covid-19 di China.

Rupiah menguat 37 poin (0,23 persen) ke posisi Rp15.584 per dolar AS pada pagi ini, daripada saat penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.621 per dolar AS.

Ariston Tjendra pengamat pasar uang saat dihubungi Antara di Jakarta, Jumat (9/12/2022), mengatakan bahwa sentimen pasar terlihat positif terhadap aset berisiko pada pagi ini.

“Pasar menyambut indikasi perubahan kebijakan Covid dari China seperti yang diungkapkan PM China Li Keqiang dalam pertemuannya dengan kepala organisasi global hari Kamis kemarin,” ujar Ariston.

Diharapkan, lanjut dia, China dapat menerapkan kebijakan lebih longgar lagi terhadap aktivitas ekonominya agar bisa meningkat dan membantu pertumbuhan ekonomi global, termasuk Indonesia.

Tapi di sisi lain, pelaku pasar masih menantikan hasil rapat The Fed yang terakhir tahun ini pada pekan depan.

“Pasar masih mewaspadai sikap The Fed yang mempertahankan suku bunga tinggi karena rilis data ekonomi AS belakangan yang masih cukup bagus. Ini bisa menahan penguatan rupiah,” kata Ariston.

The Fed menaikkan suku bunga selama empat kali beruntun sebesar 75 basis poin (bps) dan diperkirakan suku bunga akan naik sebesar 50 bps pada pertemuan Desember.

Banyak investor khawatir terhadap laju kenaikan suku bunga yang dapat menyebabkan ekonomi AS memasuki resesi.

Ariston memperkirakan, rupiah hari ini berpotensi menguat ke Rp15.580 per dolar AS dengan potensi pelemahan Rp15.650 per dolar AS.

Rupiah ditutup melemah 16 poin atau 0,1 persen ke posisi Rp15.621 per dolar AS, Kamis (8/12/2022), daripada ketika penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.637 per dolar AS.(ant/tik/ipg)

Berita Terkait