Rabu, 6 Juli 2022

THRE3MASKADA Akan Membuat Merek Bersama untuk Perbesar Skala UMKM

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya (tengah) bersama Ahmad Muhdlor Ali Bupati Sidoarjo dan Fandi Akhmad Yani Bupati Gresik dalam acara Surabaya Business Forum (SBF) pada 21 Mei 2022 di Balai Pemuda Surabaya. Foto: Istimewa

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya, Gus Mudhlor Bupati Sidoarjo, dan Gus Yani Bupati Gresik menginisiasi transportasi publik dan merek bersama. Gagasan ini disampaikan ketiga pemimpin daerah tersebut dalam talkshow pembuka Surabaya Business Forum di Gedung Teater Balai Pemuda Surabaya pada Sabtu (21/5/2022).

“Seperti Krishna yang ada di Bali, Dagadu di Jogya. Kita ingin punya merek, punya bangunan monumental. Masih sedang kita pikirkan. Yang jelas kita tunjukan bahwa ini adalah karya dari tiga anak muda yang terus bersinergi membangun perekonomian Jawa Timur,” kata Gus Yani Bupati Gresik.

Dengan membangun merek bersama, kata Gus Yani, THRE3MASKADA ingin mewadahi UMKM dari ketiga daerah dalam satu merek besar. Harapannya nanti akan meningkatkan penghasilan UMKM di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo.

“Kita terus berkolaborasi membangun perekonomian kabupaten atau kota masing-masing dan juga aglomerasi. Jawa Timur harus jadi jantungnya nasional,” kata Gus Yani.

Menyadari perbedaan potensi setiap daerah, ketiga pemimpin daerah akan mempererat sinergi untuk membangkitkan perekonomian pasca pandemi.

“Kita punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dari sini kita bisa berkolaborasi dan bukan berkompetisi apalagi dengan cara yang tidak sehat,” ujar Gus Yani.

“Kita saling mengisi, saya masih punya sawah dan tambak. Urusan pangan kita yang supply. Urusan perdagangan dan bisnis kita ikut Surabaya,” tambahnya.

Setuju dengan gagasan Gus Yani, Gus Mudhlor Bupati Sidoarjo juga menyebutkan bahwa UMKM adalah ujung tombak perekonomian.

“Peningkatan produk dalam negeri adalah sesuatu yang harus didorong. Bicara UMKM artinya bicara spektrum yang lebih luas. Dari sisi permodalan, pelatihan, suport marketing, penyiapan pasar dan dan segala hal. Sebanyak apa pun UMKM di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik yang muncul, kita tidak akan kehabisan pasar. Terus scalling up dan mengubah paradigma untuk berani merambah pasar luar,” kata Gus Mudhlor.

Bupati Sidoarjo itu juga mengatakan bahwa pemberdayaan UMKM harus digarap secara komprehensif. Melalui program Kurma, Pemkab Sidoarjo telah memberikan pendanaan sebesar Rp5-50 juta untuk menggerakan para ibu di lintas RT untuk membentuk usaha.

“Mulai dari packaging, strategi marketing, permodalan, pengurusan NIB, sertifikat halal dan yang belum go digital diarahkan ke digital. semua harus kita pikirkan untuk scalling up UMKM,” katanya.

Melengkapi pemaparan kedua bupati, Eri Cahyadi menceritakan bahwa dia dan jajarannya telah merancang platform E-Peken untuk memfasilitasi dan mendorong seluruh PNS berbelanja produk UMKM melalui marketplace tersebut. “Belanja pengadaan LKBB E-PEKEN sudah mencapai 10 miliar rupiah per bulan,” katanya.

Eri dengan bangga menyebut merk sepatu lokal Surabaya yang dipakainya. “Sepatu ini merk S. Buatan Surabaya asli,” tandasnya.

Bergabung di atas panggung juga hadir Ahmad Ali Afandi Ketua Umum Kadin Surabaya dan M Luthfi Ketua Umum BPC HIPMI.

Luthfi sempat menanyakan wacana pembangunan transportasi massal integratif untuk wilayah Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.

“Terkait transportasi massal yang menghubungkan Sidoarjo, Gresik dan Surabaya insyaallah akan kita realisasi di tahun 2030 nanti. Karena memang sudah diberikan oleh provinsi. Kami bertiga sudah sama-sama membuka diri,” kata Eri Cahyadi. (tha/iss)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 6 Juli 2022
27o
Kurs