Kamis, 7 Juli 2022

Tren Angka Penjualan Mobil Bekas Melonjak pada Semester Dua 2022

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi pembelian mobil bekas.

Agung Iskandar Director Classified and New Business OLX Autos Indonesia memprediksi penjualan mobil bekas pada semester dua tahun 2022 melonjak dibanding sebelumnya, berkat pelonggaran aktivitas masyarakat.

“Kami lihat sih, seharusnya positif. Karena PPKM dilonggarkan di level paling rendah, dengan begitu harapan kami ekonomi dan bisnis lebih berkembang dan bisa besar lagi. Sehingga, kebutuhan kendaraan dan industri otomotif mendapatkan efek positif,” ujarnya, Rabu (25/05/2022) dilansir Antara.

Kemudian, dia optimistis dengan mulai diberlakukannya pembelajaran tatap muka atau offline, pembelian kendaraan untuk transportasi akan mulai naik.

“Yang lebih menarik lagi, dengan PPKM direndahkan, anak sekolah juga sudah mulai tatap muka dan kebutuhan mobil untuk mengantar anak sekolah akan tinggi lagi dan jalan-jalan sudah mulai macet lagi,” katanya.

Salah satu indikator yang memperlihatkan pemulihan dalam pasar mobil bekas, lanjut Agung, terjadi pada momen Lebaran Idulfitri.

Berdasarkan data internal OLX Autos, kebijakan pemerintah yang memperbolehkan Mudik Lebaran 2022 meningkatkan penjualan kendaraan bekas lebih dari 30 persen.

Pada Lebaran 2021, peningkatan penjualan sekitar 10 persen seiring dengan dilakukannya pembatasan perjalanan momen Lebaran.

Agung menerangkan, pada tahun 2019 pihaknya mencatat peningkatan terjadi hingga mencapai 35 persen.

Namun, terjadi penurunan drastis memasuki 2020, bahkan minus 4 sampai 5 persen. Hal itu disebabkan awal merebaknya wabah Virus Corona di Indonesia.

“Di tahun 2021 tren menunjukkan hal yang positif dibandingkan tahun sebelumnya, meski pada saat itu ada pelarangan mudik lebaran. Tanda kenaikan itu sampai dengan 10 persen dan itu lebih tinggi di bulan selain bulan Ramadan, dan di 2022 sudah balik ke titik awal naik sampai 30 persen. Itu menunjukkan hal yang positif dan akan terus berkembang,” tambahnya.

Kemudian, Agung menyebut peningkatan minat beli kendaraan bekas juga pengaruh mulai banyaknya auto show dengan kapasitas pengunjung yang sudah tidak terlalu dibatasi ketat seperti sebelumnya.

“Banyak hal-hal positif yang kami lihat dan rasakan tahun ini seperti ekonomi yang semakin membaik serta akan banyak event auto show yang tentu akan mendukung penjualan mobil,” tandasnya.(ant/bil/rid)

Berita Terkait

Surabaya
Kamis, 7 Juli 2022
28o
Kurs