Sabtu, 20 April 2024

BPS: Inflasi Oktober 0,17 Persen, Transportasi Penyumbang Terbesar

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Pudji Ismartini Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS dalam Rilis Perkembangan Indeks Harga Konsumen Oktober 2023 di Jakarta, Rabu (1/11/2023). Foto: Tangkapan layar YouTube Pudji Ismartini Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS dalam Rilis Perkembangan Indeks Harga Konsumen Oktober 2023 di Jakarta, Rabu (1/11/2023). Foto: Tangkapan layar YouTube

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia mengalami inflasi 0,17 persen pada Oktober 2023 jika dibanding dengan IHK bulan sebelumnya (month-to-month/mtm).

“Terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 115,44 pada September 2023 menjadi 115,64 pada Oktober 2023,” kata Pudji Ismartini Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, seperti dilaporkan Antara, Rabu (1/11/2023).

Dengan perkembangan tersebut, inflasi tahun ke tahun mencapai 2,56 persen (year-on-year/yoy) dan inflasi tahun kalender 1,80 persen (year-to-date/ytd).

Pudji lantas menyebutkan bahwa kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar pada Oktober 2023 ini adalah transportasi dengan inflasi 0,55 persen dan andil 0,07 persen.

Selain transportasi, katanya, kelompok pengeluaran penyumbang terbesar berikutnya adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi sebesar 0,20 persen dan andil 0,05 persen.

Secara komoditas, penyumbang inflasi secara bulanan terbesar adalah beras dengan andil inflasi 0,06 persen, bensin dengan andil 0,04 persen, cabai rawit 0,03 persen, dan tarif angkutan udara 0,02 persen.

Selain itu, terdapat beberapa komoditas lainnya yang memberikan andil inflasi 0,01 persen, di antaranya cabai merah, emas perhiasan, tarif air minum PAM, jeruk, dan sawi hijau.

Bila ditinjau berdasarkan sebaran wilayah, kata Pudji Ismartini, terdapat 69 kota yang mengalami inflasi, di mana 42 kota di antaranya mencatatkan Indeks Harga Konsumen (IHK) lebih tinggi dari inflasi nasional.

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Gorontalo, yakni sebesar 1,00 persen. Komoditas penyumbang inflasi Kota Gorontalo di antaranya cabai rawit dengan andil 0,53 persen, beras 0,20 persen, rokok kretek filter 0,06 persen, tomat 0,05 persen, dan upah asisten rumah tangga 0,04 persen.

Kota lain yang juga mencatatkan inflasi tinggi adalah Kota Sorong dengan inflasi 0,74 persen, Kota Palangka Raya dan Kota Sumenep masing-masing 0,63 persen, Kota Palembang 0,53 persen, dan Kota Kupang 0,47 persen. Sedangkan Kota Tasikmalaya mencatatkan inflasi terendah sebesar 0,01 persen.

Sementara itu, terdapat 21 kota yang mengalami deflasi, di mana deflasi terdalam terjadi pada Kota Tual sebesar 1,07 persen. Kota dengan deflasi terdalam lainnya adalah Tanjung Pandan 0,62 persen, Luwuk 0,58 persen, Kota Tarakan 0,13 persen, dan Kota Bima 0,11 persen.(ant/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Sabtu, 20 April 2024
29o
Kurs