Minggu, 29 Maret 2026

Geliat Industri Konstruksi Diprediksi Meningkat 6 Persen, Dimotori Sektor Residential

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Pietter General Manager-Emerging Market & Indonesia BCI Central dalam acara BCI Equinox di Surabaya, Jumat (10/2/2023). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Pietter General Manager-Emerging Market & Indonesia BCI Central menyampaikan bahwa geliat industri konstruksi pada 2023 diperediksi bakal meningkat lima sampai enam persen.

Prediksi itu Pietter buat berdasarkan outlook yang ia buat tentang pertumbuhan industri konstruksi pada bulan Desember 2023. Kata dia ada tiga sektor yang memotori pertumbuhan itu.

“Yang paling tinggi adalah residential, kedua industrial, dan ketiga proyek infrastuktur,” katanya waktu ditemui dalam acara BCI Equinox di Surabaya, Jumat (10/2/2023).

Pietter melanjutkan, menurut database BCI nilai yang tumbuh di sektor residential mencapai Rp54 triliun, industrial Rp44,9 triliun, dan infrastuktur Rp159,7 triliun.

Untuk sektor infrastuktur tersebut didominasi oleh proyek dari Pemerintah Indonesia, khususnya di bidang jalan tol hingga bendungan.

“Kalau proyek residential ini kecil-kecil tapi banyak, sedangkan industrial menengah besar jumlahnya. Tidak sebanyak residential tapi value proyeknya besar,” ucap Pietter.

Salah satu stan yang dipamerkan di BCI Equinox tentang interior kamar mandi, Jumat (10/2/2023). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Kemudian di tahun 2023 ini, Pietter menyebut pihaknya bakal fokus untuk kembali menggeliatkan industri konstruksi di Indonesia. Menurutnya, makro ekonomi ini bisa turut andil untuk memulihkan perekonomian nasional.

Apalagi dalam beberapa tahun ke depan pemerintah fokus untuk mengerjakan proyek Ibu Kota Negara (IKN) yang berada di kawasan Kalimantan Tengah.

“IKN itu sendiri aja membangun kota sendiri yang baru, nah itu kan butuh landscaping, kontraktor, dan konsultan dari anak bangsa ini,” imbuhnya.

Sementara itu terkait event BCI Equinox yang digelar di Surabaya ini merupakan upaya BCI Central dalam mendekatkan diri dengan para pemain di industri konstruksi Jatim secara umum, dan Surabaya secara khusus.

Dalam gelaran ini mempertemukan semua kalangan industri konstruksi dalam wadah networking yang diberi nama BCI Equinox. Acara tahunan ini sudah dilakukan sejak 2017, di mana ketika itu Surabaya sudah menjadi lokasi penyelenggaraan yang melibatkan ratusan undangan profesional.

BCI Equinox sendiri merupakan boutique exhibition yang dikemas secara eksklusif dan terbatas bagi para undangan dari kalangan arsitek, profesional desain, konsultan konstruksi, kontraktor hingga pengembang dan diselenggarakan di Asia, Australia dan Selandia Baru.

“Acara ini diadakan pertama kali setelah pandemi, yang pertama di Jakarta dan yang kedua di Surabaya ini,” jelas Pietter.

Rangkaian acara BCI Equinox ini mengundang para pelaku dunia desain dan konstruksi di negara-negara terkait untuk saling membangun networking dan komunikasi yang santai.

Sambil menyaksikan pameran produk serta terlibat dalam presentasi profesional dan teknologi yang digelar sepanjang acara. BCI Equinoc kali ini menghadirkan
18 vendor dan exhibitor, serta asosiasi-asosiasi industri konstruksi besar yang menjadi partner BCI Central selama ini, yakni Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jatim, Himpunan Designer Interior Indonesia (HDII) Jatim dan Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) Jatim.

“Melalui acara ini diharapkan para pelaku (industri konstruksi) excited, harapan masih ada dan siap menerima project. Jadi sharing antara senior dan junior bisa terjalin di sini,” pungkasnya.(wld/iss/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Minggu, 29 Maret 2026
24o
Kurs