Jumat, 12 April 2024

Kadin: Industri Motor Listrik Indonesia Mampu Berkembang

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Arsjad Rasjid Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ditemui saat Forum Bisnis Indonesia-Arab Saudi di Jakarta, Selasa (30/5/2023). Foto: Antara

Arsjad Rasjid Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyebut, industri motor listrik di Indonesia mampu berkembang dengan sosialisasi dan insentif yang tepat sasaran.

Ia mengatakan, membangun ekosistem kendaraan listrik tidak bisa dilakukan secara instan, perlu adanya sosialisasi dan edukasi terkait dengan teknologi, kualitas dan pengurangan emisi karbon.

“Saya kira subsidi insentif motor listrik harus tepat sasaran, sosialisasinya harus ditingkatkan untuk masyarakat yang memang benar-benar tertarik. Ini membangun ekosistem baru yang akan membangun industri besar juga,” ujarnya dalam Forum Bisnis Indonesia-Arab Saudi di Jakarta, Selasa (30/5/2023) saat dilansir dari Antara.

Pihaknya mengaku, saat ini peminat motor listrik belum terlalu banyak, karena saat masuk pertama kali di Indonesia kualitasnya yang dianggap kurang bagus namun harga jual yang cukup tinggi, sehingga masyarakat enggan untuk membeli.

Secara teknologi, ia mengatakan bahwa kualitas motor listrik saat ini sudah semakin canggih, apalagi,motor listrik lebih memiliki keunggulan lebih hemat dibandingkan dengan motor biasa, karena tidak menggunakan BBM.

“Kalau sekarang ini enggak ya, karena yang datang itu yang bagus-bagus produksi kelas dunia, punya teknologi baik. Kedua itu kebiasaan, nanti akhirnya akan sadar kendaraan listrik itu lebih murah dibandingkan dengan kendaraan biasa. Ini masalah edukasi,” katanya.

Ia berharap pemerintah dapat terus menyosialisasikan insentif kendaraan listrik. Sebab, ia menilai upaya tersebut dapat mempercepat target emisi nol karbon pada 2060.

Apalagi, tingginya permintaan masyarakat terhadap motor listrik menurutnya juga dapat memberikan dampak pada industri kecil dan menengah.

“Saya yakin industri dalam negeri bisa berkembang. Motor listrik itu udah berapa perusahaan dalam negeri yang buat, contoh Alfa, sudah 100 persen Indonesia kecuali baterai kalau baterai sudah di Indonesia jadi 100 persen Indonesia dan dampaknya bakal ke industri kecil, industri kecil bisa ikutan karena itu ekosistem,” pungkasnya.(ant/ris/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Mobil Porsche Seruduk Livina di Tol Porong

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Jumat, 12 April 2024
30o
Kurs