Jumat, 12 April 2024

Kadin Jatim dan BDI Surabaya Tingkatkan Daya Saing SDM Industri Berkelanjutan

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Adik Dwi Putranto Ketua Umum Kadin Jatim saat menjadi narasumber pada kegiatan Temu Teknis Industri yang digelar oleh BDI Surabaya Kemenperin, Surabaya, Jumat (3/11/2023). Foto: Kadin Jatim Adik Dwi Putranto Ketua Umum Kadin Jatim saat menjadi narasumber pada kegiatan Temu Teknis Industri yang digelar oleh BDI Surabaya Kemenperin, Surabaya, Jumat (3/11/2023). Foto: Kadin Jatim

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur bersama Balai Diklat Industri (BDI) Surabaya berkomitmen menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten dan berdaya saing di seluruh sektor industri, khususnya untuk industri hijau atau industri berkelanjutan.

Langkah ini dilakukan karena pengembangan SDM yang mendukung pekerjaan hijau, pada akhirnya akan membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berlelanjutan

“Isu saat ini memang mengarah pada industri hijau atau industri berkelanjutan karena akan lebih efisien, sehingga penyiapan tenaga kerja di sektor ini juga harus dipikirkan,” kata Adik Dwi Putranto Ketua Umum Kadin Jatim saat menjadi narasumber pada kegiatan Temu Teknis Industri yang digelar oleh BDI Surabaya Kemenperin, Surabaya, Jumat (3/11/2023).

Adik kemudian mengungkapkan bahwa sejauh ini Kadin Jatim bersama Kadin Institute telah bekerja keras dalam meningkatkan kualitas SDM di Jatim. Dalam hal ini, Kadin Jatim telah bekerjasama dengan IHK Trier Jerman, GIZ dan Swiss Contact untuk melatih Pelatih Tempat Kerja.

“Ini juga dalam rangka menyiapkan SDM Indonesia Emas di tahun 2045. Kami petakan sektor apa yang potensial. Setelah tahu, kami siapkan SDM-nya. Dan industri hijau atau industri berkelanjutan ini masuk sehingga kami harus menyiapkan SDM dan inovasi teknologinya,” tandas Adik melalui keterangan tertulis.

Adik kemudian bercerita jika sejauh ini lulusan yang telah dihasilkan, baik oleh SMK, Politeknik dan Perguruan Tinggi belum sesuai dengan kebutuhan industri. “Kami sudah merekrut mereka dengan biaya, kami latih juga dengan biaya, kalau tidak cocok kami cari lagi. Ini membutuhkan biaya yang sangat besar. Sehingga kami dengan IHK Trier Jerman dan Swiss Contact melakukan kegiatan pelatihan pelatih tempat kerja sebab sangat jarang industri yang memiliki pelatih tempat kerja, di mana ada orang khusus yang akan melatih pemagang,” katanya.

Selain itu, pelatih tempat kerja juga bertugas mengharmonisasikan kurikulum dengan apa yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri. Sehingga nantinya, lulusan yang dihasilkan sesuai dengan yang dibutuhkan dan akan mampu bekerja langsung di industri,” ujarnya.

Zya Labiba Kepala BDI Surabaya juga mengungkapkan bahwa arah kebijakan industri ke depan adalah kebijakan untuk environmental sustainability melalui pengembangan green skills dan green jobs skill industri. Oleh karena itu, penyiapan SDM untuk industri berkelanjutan akan menjadi target utama BDI Surabaya.

Ada beberapa faktor utama dalam pengembangan ekonomi hijau. Dari sisi ekonomi, industri hijau dapat mendukung penciptaan pertumbuhan PDB rata-rata di angka 6,1 persen hingga 6,54 persen per tahun hingga 2050.

“Dari sisi lingkungan, penciptaan green jobs menjadi salah satu upaya mengurangi emisi sebanyak 68 persen pada tahun 2045 dan mencapai Net Zero pada tahun 2060,” katanya.

Sementara dari sisi sosial, ekonomi hijau juga menghasilkan tambahan 1,8 juta tenaga kerja di sektor green jobs pada tahun 2045. “Green jobs sektor industri adalah pekerjaan yang layak yang berkontribusi untuk melestarikan atau memulihkan lingkungan,” tegas Ning Zya, panggilan akrab Zya Labiba.

Untuk itulah maka p kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan MoU antara Kadin Jatim dengan BDI Surabaya. Tujuannya adalah untuk bersama-sama melakukan pembinaan sumber daya manusia industri melalui kegiatan pendidikan dan peningkatan kualitas keilmuan.

Perjanjian Kerjasama ini meliputi pendidikan dan pelatihan, penggunaan ruang lingkup uji kompetensi SDM Industri bidang elektronika, mekanik, permesinan, industri berbasis tekstil dan desain kemasan industri serta pertukaran pengetahuan dan informasi yang relevan. Selain itu juga dalam hal pertukaran dan penggunaan fasilitas, sarana dan prasarana serta pengembangan kewirausahaan.(iss/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Mobil Porsche Seruduk Livina di Tol Porong

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Jumat, 12 April 2024
26o
Kurs