Kamis, 30 Mei 2024

Pemprov Jatim Upayakan Jalur Pansela Terhubung dalam Lima Tahun

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Jalur Pantai Selatan (Pansela). Foto: Kementerian PUPR

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengupayakan Jalur Pantai Selatan (Pansela) sepanjang 628 kilometer yang menghubungkan delapan kabupaten dari Pacitan hingga Banyuwangi dapat dituntaskan seluruh pembangunannya dalam waktu lima tahun.

Mohammad Yasin Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jatim kepada wartawan di Surabaya, Selasa memastikan proyek pembangunan Jalur Pansela merupakan salah satu yang menjadi prioritas dalam dokumen rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) tahun 2025 – 2045.

“Proyek yang dulunya bernama Jalur Lintas Selatan atau JLS ini telah berlangsung selama 23 tahun lebih. Panjangnya mencapai 628 kilometer,” katanya seperti dilaporkan Antara.

Delapan daerah kabupaten yang dilalui Jalur Pansela adalah Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember dan Banyuwangi.

Sementara progres pembangunannya telah selesai sepanjang 350 kilometer atau sekitar 60 persen.

Yasin Kepala Bappeda mengungkapkan untuk menyelesaikan 40 persen sisanya masih terkendala pembebasan lahan, yaitu di Kabupaten Trenggalek, Lumajang, Jember dan Banyuwangi.

“Di antaranya untuk pembebasan lahan di wilayah Kabupaten Trenggalek membutuhkan anggaran senilai Rp200 miliar. Sedangkan di Banyuwangi sekitar Rp37 miliar,” ujarnya.

Selain itu, Yasin menandaskan untuk wilayah Lumajang dan Jember, masing-masing membutuhkan anggaran pembebasan lahan di bawah Rp30 miliar.

“Pembebasan lahan sebenarnya urusannya Pemerintah Kabupaten. Tapi Pemprov Jatim siap membantu, khususnya di Trenggalek yang anggarannya mencapai Rp200 miliar. Kalau Pemkab Banyuwangi yang cuma Rp37 miliar saya rasa mampu dengan fiskalnya sendiri,” ucapnya.

Pemerintah Pusat, lanjut Yasin, telah berkomitmen kalau lahannya sudah siap, biaya konstruksinya akan segera dianggarkan.

Menurut data Bappeda, produk domestik regional bruto (PDRB) kawasan utara sepanjang tahun 2023 lalu berkontribusi sebesar 40 persen terhadap perekonomian Jatim.

Sedangkan kawasan selatan Jatim, Yasin menjelaskan, dengan berbagai potensinya, hanya berkontribusi sebesar 16 persen.

“Maka percepatan pembangunan Jalur Pansela menjadi prioritas yang diharapkan dapat menghilangkan disparitas antara kawasan utara dan selatan Jatim,” katanya.(ant/iss)

Berita Terkait

..
Surabaya
Kamis, 30 Mei 2024
33o
Kurs