Kamis, 8 Januari 2026

Negosiasi Shell–Pertamina Disebut Hampir Selesai, Tinggal Finalisasi Volume

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - SPBU Shell yang tidak ada pembeli karena tidak adanya stock bahan bakar di Jl. Pemuda, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Surabaya, Selasa (7/10/2025). Foto: M. Irfan Azhari Mg suarasurabaya.net

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa negosiasi antara Pertamina Patra Niaga dan pengelola SPBU Shell memasuki tahap akhir.

“Vivo kan kemarin sudah, sekarang kabar terakhir Shell memasuki tahap akhir,” ucap Laode Sulaeman Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM dilansir dari Antara, Senin (24/11/2025).

Tahap akhir negosiasi tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Bahlil Lahadalia Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk pemenuhan pasokan BBM bagi badan usaha swasta yang sudah kehabisan kuota impor.

Saat ini, sudah ada sejumlah perusahaan pengelola SPBU swasta yang menjalin kesepakatan dengan Pertamina, yakni AKR, BP, dan VIVO. Pertamina sudah menyalurkan pasokan BBM kepada BP-AKR pada tahap pertama sebesar 100 ribu barel minyak.

Lebih lanjut, Pertamina juga sudah menyalurkan pasokan BBM kepada Vivo dengan volume yang serupa, yakni 100 ribu barel minyak.

ExxonMobil belum mengajukan karena masih memiliki stok.

Laode menyampaikan Shell sudah mengajukan volume yang ingin dibeli dari Pertamina, namun belum bisa mengungkapkan berapa volume yang diinginkan.

“Kita tunggu saja (volume Shell),” kata Laode.

Shell dan bp sudah mengalami kelangkaan stok BBM sejak pertengahan Agustus 2025. SPBU Vivo pun menyusul, dan kehabisan stok BBM-nya sejak pertengahan Oktober 2025.

Lebih lanjut, pada akhir Oktober 2025, pasokan BBM di SPBU bp pun mulai pulih. Teranyar, stok BBM untuk SPBU Vivo juga berangsur pulih sejak Minggu (23/11/2025).

Dengan demikian, saat ini, tersisa SPBU Shell yang belum mencapai kesepakatan pembelian BBM dengan Pertamina Patra Niaga.

Ingrid Siburian Presiden Direktur & Managing Director Mobility Shell Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan.

Lebih lanjut, Shell berupaya agar pasokan BBM dapat segera normal, sambil memastikan seluruh prosedur pengadaan dan standar mutu tetap terjaga. (ant/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Kamis, 8 Januari 2026
24o
Kurs