Sabtu, 29 November 2025

Trump Berlakukan Tarif 32 Persen untuk Indonesia, Sri Mulyani: Negosiasi Masih Berlanjut

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Sri Mulyani Indrawati Menteri Keuangan RI memberi pesan kepada Direktur Jenderal Pajak yang baru, Bimo Wijayanto untuk mencari solusi dalam meningkatkan penerimaan negara lewat perpajakan, Jakarta, Jumat (23/5/2025). Foto: Antara

Sri Mulyani Indrawati Menteri Keuangan (Menkeu) RI merespons langkah Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) yang akan tetap mengenakan tarif 32 persen untuk seluruh produk asal Indonesia per 1 Agustus 2025.

Sri Mulyani menyatakan, pemerintah akan merespons kebijakan itu melalui koordinasi lintas kementerian. Dia juga mengatakan bahwa Tim Negosiasi RI bakal tiba di AS pada Selasa ini, untuk melanjutkan proses perundingan dengan perwakilan Pemerintah AS.

“Nanti Pak Menko (Airlangga Hartarto) saja. Nanti saja hari Selasa akan kita respons,” ujar Sri Mulyani dilansir dari Antara pada Selasa (8/7/2025).

Pada kesempatan yang sama, Anggito Abimanyu Wakil Menteri Keuangan juga belum memberikan keterangan rinci soal dampak kebijakan tarif tersebut terhadap penerimaan negara, mengingat penerapannya belum efektif.

“Belum efektif, belum tahu nanti. Saya belum kasih komen, belum dapat final seperti apa,” katanya lagi.

Meski demikian, ia mengamini bahwa proses negosiasi masih akan terus berlanjut.

“Saya kira iya (lanjut negosiasi),” ujar Anggito.

Terpisah, Airlangga Hartarto Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian dijadwalkan bertolak ke Washington DC, AS pada Selasa hari ini untuk melanjutkan proses negosiasi tarif dagang dengan Pemerintah AS.

“Usai pernyataan Pemerintah Amerika Serikat (AS) terkait kebijakan terbaru tarif impor untuk Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melanjutkan perjalanan ke Washington DC, Amerika Serikat, setelah sebelumnya mendampingi Presiden Prabowo Subianto ke Brasil,” kata Haryo Limanseto Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Menurut Haryo, Pemerintah Indonesia masih melihat adanya ruang negosiasi. “Pemerintah Indonesia akan mengoptimalkan kesempatan yang tersedia demi menjaga kepentingan nasional ke depan,” ujarnya. (ant/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Sabtu, 29 November 2025
28o
Kurs