Rabu, 21 Januari 2026

Anggaran KKP Melonjak, Riyono Caping Dorong 60 Persen Kapal Baru untuk Nelayan Kecil

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Riyono Caping anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS. Foto: istimewa

Riyono Caping Anggota Komisi IV DPR RI menyambut positif rencana Prabowo Subianto Presiden membangun 1.500 kapal perikanan sebagai bagian dari penguatan industri maritim nasional.

Menurutnya, program tersebut harus berpihak pada nelayan kecil agar benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Rencana pembangunan kapal tersebut sejalan dengan lonjakan signifikan anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2026 yang mencapai Rp13 triliun, naik lebih dari 100 persen dibandingkan anggaran tahun 2025 sebanyak Rp6,2 triliun.

“Kenaikan anggaran ini menunjukkan keseriusan pemerintah kembali menatap laut sebagai masa depan ekonomi nasional. Industri perikanan berbasis ekonomi biru harus menempatkan nelayan sebagai subjek utama,” ujar Riyono, legislator DPR RI dari Dapil Jawa Timur VII, dalam keterangannya, Rabu (21/1/2026).

Riyono mengusulkan 60 persen atau sekitar 900 kapal dari total 1.500 kapal yang direncanakan diperuntukkan bagi nelayan dengan kapal berkapasitas di bawah 30 GT, sementara 40 persen sisanya dapat dialokasikan untuk kapal di atas 30 GT yang dikelola oleh koperasi nelayan Merah Putih.

“Kalau Presiden menghendaki pembangunan 1.500 kapal, sebaiknya mayoritas diperuntukkan bagi nelayan kecil. Usulan saya, 900 kapal maksimal 30 GT dan 600 kapal di atas 30 GT untuk koperasi,” tegas Riyono yang juga menjabat Ketua DPP PKS Bidang Tani dan Nelayan.

Dia menjelaskan, mayoritas nelayan Indonesia merupakan nelayan kecil. Data lapangan menunjukkan sekitar 90 persen nelayan nasional memiliki kapal di bawah 5 GT. Sehingga, kebijakan pembangunan kapal harus menciptakan keseimbangan antara penguatan industri dan pemberdayaan nelayan.

“Kalau kita ingin kesejahteraan nelayan benar-benar terangkat, maka pendekatan pemberdayaan tidak boleh kalah oleh orientasi industri semata,” ujarnya.

Riyono juga mengingatkan, program pembangunan kapal nelayan bukan hal baru. Pada 2016, KKP pernah menjalankan program pembangunan 4.000 kapal nelayan berkapasitas maksimal 30 GT dengan anggaran sekitar Rp4 triliun selama empat tahun.

Selain berdampak pada produksi perikanan, pembangunan 1.500 kapal baru juga diproyeksikan menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar.

“Setidaknya akan terserap antara 15 ribu hingga 25 ribu anak buah kapal (ABK), belum termasuk tenaga kerja di sektor galangan kapal. PKS sangat mendukung program ini,” kata Riyono.

Berdasarkan data KKP tahun 2025, tercatat sebanyak 9.394 kapal perikanan telah terpasang VMS. Dengan tambahan 1.500 kapal baru, sektor perikanan tangkap dinilai akan semakin optimal sebagai salah satu pilar utama ekonomi biru Indonesia.(faz/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Rabu, 21 Januari 2026
27o
Kurs