Kamis, 26 Maret 2026

Bahlil Klaim Stok Solar Aman Karena Indonesia Sudah Tidak Mengimpor Solar

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Seorang pengemudi mobil mengisi bahan bakar kendaraannya dengan solar di sebuah SPBU di Manila pada hari Senin (23/3/2026). Foto: AFP

Bahlil Lahadalia Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengklaim stok solar di Indonesia stabil dan mencukupi, karena Indonesia telah menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sejak awal tahun ini.

“Kami harus meyakinkan kepada Rakyat Indonesia bahwa solar kita insyaallah tidak lagi melakukan impor, jadi clear,” ujar Bahlil, Kamis (26/3/2026), seperti dikutip Antara.

Kebijakan penghentian impor solar didukung operasi proyek besar Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan milik PT Pertamina (Persero), yang diresmikan Prabowo Subianto Presiden dengan kapasitas 360 ribu barel per hari.

Langkah itu juga diperuntukkan bagi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta yang kini diwajibkan membeli pasokan dari Pertamina.

Walau demikian, Indonesia masih mengimpor 50 persen BBM jenis bensin dan 50 persennya lagi berasal dari dalam negeri.

Untuk 50 persen bensin yang diimpor, Bahlil menyampaikan Indonesia sudah mencari alternatif, termasuk alternatif negara untuk mengimpor pasokan minyak mentah.

Diketahui, sejumlah negara yang menjadi alternatif impor minyak Indonesia adalah Angola, Brasil, Amerika Serikat, hingga Rusia.

“Kemudian, LPG kita juga masih impor kurang lebih sekitar 70 persen dari total kebutuhan Indonesia,” kata Bahlil.

Meski impor LPG mencapai 70 persen, Bahlil menegaskan pasokan LPG tetap aman serta mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying atau penimbunan. “Nggak usah ada rasa panic buying, nggak perlu ada. Pakailah dengan secukupnya,” ucapnya.

Krisis energi global diketahui karena ketegangan konflik di kawasan Teluk Persia.

Eskalasi konflik terjadi sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang sejauh ini dilaporkan telah merengut sekitar 1.340 korban jiwa, termasuk Ayatollah Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran saat itu.

Iran melakukan serangan balik dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat. Iran juga mengendalikan Selat Hormuz, jalur vital pasokan minyak dunia yang dilalui distribusi energi ke Asia.(ant/mar/bil/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Kamis, 26 Maret 2026
26o
Kurs