“Sedangkan untuk penguatan rantai pasok halal dilakukan melalui Gema Halal atau Gerakan Berjamaah Akselerasi Halal. Program ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem halal, termasuk mempercepat sertifikasi dan memastikan ketersediaan bahan baku halal,” ungkapnya.
Kemudian, dari sisi pembiayaan dan perdagangan, BI mengembangkan strategi Sapa Syariah yang mencakup perluasan akses pembiayaan, inovasi, penguatan kelembagaan, serta pendalaman pasar uang syariah.
Sementara itu, melalui Kanal ZISWAF, BI sekaligus mendorong agar zakat, infak, sedekah, dan wakaf dapat dikelola secara lebih produktif. Salah satu upayanya dilakukan melalui integrasi data lewat PINTER atau Pusat Informasi Terpadu Data ZISWAF.
Pengembangan wakaf produktif ini nantinya akan melalui skema yang menghubungkan potensi wakaf dengan kebutuhan pembiayaan pembangunan. Dengan demikian, dana sosial keagamaan diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai bantuan, tetapi juga dapat mendukung pemberdayaan ekonomi.
Adapun pada aspek literasi dan inklusi diperkuat melalui Lentera Emas atau Literasi dan Inklusi Ekonomi dan Keuangan Syariah menuju Indonesia Emas yang ditujukan untuk memperluas pemahaman sekaligus akses masyarakat terhadap layanan ekonomi dan keuangan syariah.
NOW ON AIR SSFM 100

