Kamis, 8 Oktober 2026

BI Perkuat Ekosistem dan Keuangan Syariah, dari Pembiayaan hingga Ekspor

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Yono Haryono Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur saat memaparkan terkait potensi ekonomi Indonesia, dalam Capacity Building Media Bank Indonesia Jawa Timur 2026 di Solo, Jawa Tengah. Foto: Fitriana Ayu suarasurabaya.net

“Sedangkan untuk penguatan rantai pasok halal dilakukan melalui Gema Halal atau Gerakan Berjamaah Akselerasi Halal. Program ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem halal, termasuk mempercepat sertifikasi dan memastikan ketersediaan bahan baku halal,” ungkapnya.

Kemudian, dari sisi pembiayaan dan perdagangan, BI mengembangkan strategi Sapa Syariah yang mencakup perluasan akses pembiayaan, inovasi, penguatan kelembagaan, serta pendalaman pasar uang syariah.

Sementara itu, melalui Kanal ZISWAF, BI sekaligus mendorong agar zakat, infak, sedekah, dan wakaf dapat dikelola secara lebih produktif. Salah satu upayanya dilakukan melalui integrasi data lewat PINTER atau Pusat Informasi Terpadu Data ZISWAF.

Pengembangan wakaf produktif ini nantinya akan melalui skema yang menghubungkan potensi wakaf dengan kebutuhan pembiayaan pembangunan. Dengan demikian, dana sosial keagamaan diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai bantuan, tetapi juga dapat mendukung pemberdayaan ekonomi.

Adapun pada aspek literasi dan inklusi diperkuat melalui Lentera Emas atau Literasi dan Inklusi Ekonomi dan Keuangan Syariah menuju Indonesia Emas yang ditujukan untuk memperluas pemahaman sekaligus akses masyarakat terhadap layanan ekonomi dan keuangan syariah.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Kamis, 8 Oktober 2026
33o
Kurs