Perum Bulog menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung rencana ekspor beras pada tahun ini dengan menyiapkan stok beras premium sebanyak 1 juta ton. Langkah tersebut dilakukan setelah Indonesia dinyatakan mencapai swasembada beras.
Ahmad Rizal Ramdhani Direktur Utama Perum Bulog mengatakan, penyediaan beras untuk ekspor telah sesuai dengan arahan Andi Amran Sulaiman Menteri Pertanian selaku Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas).
“Bulog sudah menyiapkan 1 juta ton sesuai dengan arahan Bapak Mentan selaku Kepala Bapanas. Kami (melakukan) stok 1 juta ton untuk ekspor nanti itu dengan kualitas premium,” kata dilansir dari Antara, Senin (12/1/2026) dini hari.
Rizal menyampaikan bahwa rencana ekspor satu juta ton beras premium itu juga menjadi agenda utama pembahasan Bulog dalam rapat kerja internal yang berlangsung 11-12 Januari, guna mematangkan strategi pelaksanaan secara menyeluruh.
“Direncanakan ekspor 1 juta ton beras. Ini yang kami diskusikan juga hari ini sampai dengan besok,” ujarnya.
BACA JUGA: Bulog Siap Ekspor Beras dan Jagung Setelah Indonesia Capai Swasembada
Meski begitu, ia menuturkan kebijakan ekspor tersebut tetap diselaraskan dengan komitmen pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional sehingga kebutuhan dalam negeri tetap terpenuhi seiring target berlanjutnya swasembada pangan pada tahun mendatang sesuai arahan Prabowo Subianto Presiden RI.
Rizal menegaskan, rencana ekspor beras tidak akan mengganggu ketersediaan pasokan dalam negeri karena stok Bulog yang ada saat ini sekitar 3,25 juta ton.
Ia mengutarakan harapannya agar kesiapan ekspor itu memperkuat peran Bulog dalam menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus meningkatkan kontribusi Indonesia sebagai negara swasembada yang mampu memasok pangan ke luar negeri secara konsisten dan berkelanjutan.
Sebelumnya Andi Amran Sulaiman Menteri Pertanian menyatakan bahwa Indonesia hampir pasti siap mengekspor beras tahun ini setelah swasembada tercapai dan penyerapan oleh Perum Bulog dipastikan aman.
“Beras kalau bisa… izin Bapak Presiden (Prabowo Subianto) yang penting Bulog, izinnya dan serapannya tiga bulan ke depan, sama saja 2025, aku tidak minta lebih, itu ekspor hampir pasti kita lakukan tahun ini,” kata Amran pada Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden Prabowo di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Amran menegaskan, ekspor beras akan menjadi tonggak sejarah baru Indonesia, menyusul stabilnya pasokan nasional dan keberhasilan pengelolaan cadangan pangan strategis di tengah peningkatan produksi petani dalam negeri.
Di sisi lain Badan Pangan Nasional menyatakan Indonesia telah swasembada beras, ditandai stok awal 2026 mencapai 12,529 juta ton atau meningkat 203 persen dalam dua tahun terakhir, sebagai bentuk kemandirian pangan melalui produksi petani dalam negeri. (ant/saf/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
