Senin, 6 April 2026

Dampak Konflik Timur Tengah, Harga Plastik di Pasar Surabaya Melejit 50 Persen

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Budi salah satu penjual plastik di Pasar Pucang Surabaya saat menyampaikan harga plastik terus naik hingga 50 persen, Senin (6/4/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Efek domino dari konflik di Timur Tengah (Timteng) mulai dirasakan sektor perdagangan yang memanfaatkan sumber daya minyak, salah satunya penjualan plastik yang harganya terus meningkat.

Pantauan suarasurabaya.net di Pasar Pucang, Surabaya pada, Senin (6/4/2026), harga penjualan plastik sudah meningkat hingga 50 persen.

Risal salah satu penjual plastik di Pasar Pucang mengutarakan, peningkatan harga secara perlahan sudah dirasakan dalam waktu satu minggu terakhir. “Awalnya naik 20 persen sekarang naik hampir 50 persen lebih,” ujarnya ditemui di Pasar Pucang.

Untuk harga plastik paling murah, semula harganya Rp8.000 hingga Rp9.000 kini dibanderol Rp15.000.

Risal menyebut konflik Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz di Iran turut memengaruhi pasokan sumber daya minyak bumi yang mana menjadi bahan baku pembuatan plastik.

Kondisi itu yang kemudian membuat harga plastik melonjak. Risal mengatakan, omset penjualannya sempat menurun di awal karena banyak pembeli yang kaget.

“Seminggu ini naik banget. Gara-gara perang Timur Tengah kan biji plastik impor dari Timur Tengah, kan bahannya dari minyak bumi,” tuturnya.

Guna mengakali kondisi yang belum stabil, Risal mengaku harus mengurangi stok penjualan karena barang plastik yang semakin sulit didapatkan.

“Dapet barangnya sulit, omsetnya berkurang. Awal-awal pembeli kaget kan naiknya gak masuk akal. Kalau yang beli tetep, iya ngurangi stok kan barangnya agak sulit,” ucapnya.

Kondisi yang sama juga diutarakan Budi, efek perang Timur Tengah itu membuat omzet penjualan plastiknya menurun hingga 40 persen.

Dia menyebut harga plastik setiap hari selalu naik hingga mencapai 50 persen pada hari ini. Plastik mika untuk makanan yang biasa dijual Rp15.000 di tokonya kini bisa mencapai Rp25.000.

“Kalau ini naik semua pasti, misal Rp15 ribu sekarang Rp25 ribu. Orang banyak yang kaget, pasti turun omsetnya, turun sampai 40 persen omsetnya,” jelasnya.

Baik Risal maupun Budi berharap kondisi perekonomian di Indonesia bisa segera stabil dan pemerintah dapat mencari bahan baku lain selain minyak bumi untuk kebutuhan perdagangan seperti plastik.

“Harapannya harga bisa turun stabil kayak dulu lagi. Sumber dayanya kan dari minyak, ya pemerintah cari sumber lain lah,” pungkas Budi.(wld/bil)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Senin, 6 April 2026
33o
Kurs