Kamis, 15 Oktober 2026

Gandeng LPS, Misbakhun Dorong Santri Probolinggo Cakap Kelola Keuangan dan Salurkan Bantuan Pendidikan

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Mukhamad Misbakhun Ketua Komisi XI DPR RI saat menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Literasi Keuangan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum dan Pondok Pesantren Darul Ulum, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (14/10/2026). Foto: istimewa

Mukhamad Misbakhun Ketua Komisi XI DPR RI mengajak para santri untuk meningkatkan pemahaman tentang literasi keuangan sebagai bekal menghadapi kehidupan di masa depan.

Menurutnya, kemampuan mengelola keuangan secara bijak menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kesejahteraan jangka panjang.

Pesan tersebut disampaikan Misbakhun saat menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Literasi Keuangan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum dan Pondok Pesantren Darul Ulum, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan yang digelar dalam rangka masa reses DPR RI itu merupakan hasil kolaborasi Komisi XI DPR RI dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

“Manfaatnya bukan hanya saat santri di pesantren, melainkan juga ketika nanti sudah berkarya di tengah masyarakat,” ujar Misbakhun di hadapan ratusan santri dan tenaga pendidik.

Ia menjelaskan, literasi keuangan perlu diperkenalkan sejak dini agar generasi muda mampu mengambil keputusan finansial secara tepat, memahami pentingnya pengelolaan uang, serta membangun kebiasaan keuangan yang sehat.

Selain memberikan edukasi keuangan, Misbakhun juga menyerahkan bantuan perlengkapan pendidikan dari LPS melalui program LPS Peduli. Bantuan tersebut meliputi proyektor, laptop, lemari, mainan edukasi anak, meja dan kursi sekolah, serta meja guru.

Menurut Misbakhun, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat, terutama lembaga pendidikan pesantren yang memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan mencerdaskan generasi bangsa.

“Peran negara harus dirasakan oleh masyarakat. Saya dipilih oleh masyarakat, dan setelah dipilih jangan sampai kemudian lupa kepada yang memilih. Saya ingin menghadirkan mitra kerja Komisi XI untuk bersama-sama memberikan kepedulian kepada masyarakat,” tegasnya.

Legislator Partai Golkar itu mengapresiasi dukungan LPS terhadap dunia pendidikan, khususnya pesantren di daerah pemilihannya, yakni Daerah Pemilihan Jawa Timur II yang mencakup Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, dan Kota Pasuruan.

Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Farid Azhar Nasution Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Bambang Samsul Hidayat Kepala Perwakilan LPS Surabaya, beserta jajaran yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut.

Misbakhun menilai, kehadiran lembaga negara di tengah masyarakat tidak semata-mata berkaitan dengan penyaluran bantuan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut mencerminkan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang kerja sama yang memberikan manfaat secara langsung.

“Program seperti ini merupakan bukti nyata bahwa LPS peduli dengan masyarakat. Saya mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan dukungan LPS kepada Pondok Pesantren Miftahul Ulum dan Darul Ulum,” katanya.

Di hadapan para santri dan pengajar, Misbakhun juga menjelaskan bahwa Komisi XI DPR RI memiliki mitra strategis, antara lain Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan LPS.

Sinergi dengan berbagai lembaga tersebut, lanjutnya, perlu terus diperkuat agar program-program yang dijalankan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Salah satu bentuknya ialah mendukung peningkatan kualitas sarana pendidikan, terutama di wilayah yang masih membutuhkan perhatian.

Sebagai Ketua Bidang Ekonomi DPP Partai Golkar, Misbakhun turut memberikan apresiasi kepada para kiai, pengasuh pesantren, dan tenaga pendidik yang konsisten menjalankan tugas pendidikan di tengah keterbatasan fasilitas.

Ia menilai, pengabdian para pengelola pesantren merupakan tanggung jawab besar yang manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh lingkungan pesantren, tetapi juga masyarakat secara luas. Karena itu, dukungan dari pemerintah, lembaga negara, dan berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk memperkuat penyelenggaraan pendidikan.

“Kalau kita melihat para kiai, guru, dan pengelola pesantren yang berjuang mencerdaskan anak-anak bangsa, mereka ini menjalankan amanah yang besar. Kalau tidak dibantu oleh lembaga-lembaga yang mempunyai peran strategis di negara, mereka akan memanggul beban itu sendirian, padahal manfaat pendidikan yang mereka berikan dirasakan masyarakat luas,” ungkapnya.

Misbakhun berharap, kolaborasi Komisi XI DPR RI dengan LPS tidak berhenti pada kegiatan kali ini. Ia ingin kerja sama tersebut terus dikembangkan melalui berbagai program yang menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk penguatan literasi keuangan dan peningkatan fasilitas pendidikan pesantren.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DEPINAS) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) itu menegaskan bahwa dukungan terhadap pesantren merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperluas akses pendidikan yang lebih baik sekaligus mempersiapkan generasi muda agar mampu berkontribusi bagi masyarakat.(faz/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Kamis, 15 Oktober 2026
32o
Kurs