Jumat, 30 Januari 2026

Harga Ekspor Tembaga dan Emas Menguat Dipicu Lonjakan Permintaan Dunia

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Ilustrasi - Pramuniaga menunjukkan emas di Galeri 24 Pegadaian Area Aceh, Banda Aceh, Aceh. Foto: Antara

Lonjakan permintaan global mendorong kenaikan harga patokan ekspor (HPE) konsentrat tembaga dan emas pada periode pertama Februari 2026. Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat, penguatan harga dipicu kombinasi faktor moneter global, kebutuhan industri, serta terbatasnya pasokan.

HPE konsentrat tembaga ditetapkan sebesar 6.422,91 dolar AS per Wet Metric Ton (WMT), naik 4,73 persen dibanding periode kedua Januari 2026 sebesar 6.133,11 dolar AS per WMT. Sementara itu, HPE emas meningkat menjadi 148.818,84 dolar AS per kilogram dari sebelumnya 141.972,92 dolar AS per kilogram.

Harga referensi (HR) emas juga menguat dari 4.415,85 dolar AS per troy ounce menjadi 4.628,79 dolar AS per troy ounce.

“Meningkatnya permintaan global dipengaruhi oleh perubahan ekspektasi suku bunga, kebijakan moneter negara maju, dan meningkatnya permintaan emas fisik dari sektor perhiasan dan industri,” ujar Tommy Andana Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag saat dilansir dari Antara, pada (30/1/2026).

Ia menambahkan, kenaikan HPE konsentrat tembaga turut ditopang tingginya kebutuhan industri global, khususnya sektor energi terbarukan, kendaraan listrik, dan manufaktur perangkat elektronik. Gangguan produksi di sejumlah tambang besar dunia serta pergerakan nilai tukar juga menekan pasokan dan mengerek harga.

Tommy menyebut, kenaikan harga mineral penyusun menjadi dasar perhitungan HPE konsentrat tembaga periode pertama Februari 2026. Selama periode pengumpulan data, harga tembaga tercatat naik 4,01 persen, emas 4,82 persen, dan perak melonjak 17,99 persen.

Penetapan HPE dan HR tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 68 Tahun 2026 dan berlaku pada 1–14 Februari 2026. Penetapan dilakukan berdasarkan masukan teknis Kementerian ESDM yang mengacu pada data London Metal Exchange (LME) dan London Bullion Market Association (LBMA), serta melalui koordinasi lintas kementerian.(ant/ris/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Jumat, 30 Januari 2026
28o
Kurs