Kamis, 12 Maret 2026

Harga Minyak Dunia Kembali Melambung dan Capai 100 Dolar AS per Barel

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Ilustrasi harga minyak mentah dunia naik. Foto: Destina/AdobeStock

Harga minyak mentah dunia tercatat terus melonjak pada, Kamis (12/3/2026), meskipun negara-negara besar telah menyetujui untuk melepaskan minyak dari cadangan darurat mereka dalam jumlah besar, sebagai upaya minimalisir dampak konflik Timur Tengah.

Harga minyak mentah Brent naik sebesar sembilan persen, sehingga kini kembali menyentuh angka 100 dolar Amerika Serikat (AS) per barel. Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) naik sebesar 8,48 persen, dan saat ini telah mencapai 94,65 dolar AS per barel.

Sementara itu, pada Rabu (11/3/2026) kemarin, Iran memperingatkan bahwa harga minyak dapat menyentuh 200 dolar AS per barel dengan eskalasi serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.

Seorang Juru bicara Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan, setiap kapal yang berhubungan dengan AS, Israel, atau menjadi sekutu mereka akan menjadi sasaran Iran.

“Anda tidak akan bisa menurunkan harga minyak secara artifisial. Perkirakan harga minyak akan berada di angka $200 per barel. Harga minyak bergantung pada keamanan regional, dan Anda adalah sumber utama ketidakamanan di kawasan ini,” ucapnya juru bicara itu yang dilansir BBC.

Kenaikan harga minyak ini masih terus terjadi, bahkan setelah 32 negara anggota Badan Energi Internasional (IEA) menyatakan akan melepaskan 400 juta barel untuk menyelamatkan pasokan dan mencegah harga minyak untuk melambung lebih tinggi.

Anggota IEA mewakili sekitar dua pertiga dari produksi dan konsumsi energi global. Jumlah pelepasan cadangan yang telah mereka setujui merupakan dua kali lipat rekor sebelumnya yang terjadi setelah invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.

Untuk diketahui, harga minyak mentah global mengalami kenaikan drastis imbas serangan AS dan Israel kepada Iran pada 28 Februari 2026. Minyak Brent menyentuh hampir 120 dolar AS per barel pada awal pekan ini.

Negara-negara di Asia yang menggantungkan stok minyaknya dari Timur Tengah telah mendapat dampak yang paling parah akibat kenaikan harga minyak tersebut.(vve/kir/bil/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Kamis, 12 Maret 2026
28o
Kurs