Selasa, 10 Maret 2026

Harga Minyak Dunia Melonjak, ESDM Jadikan Momentum Percepat Transisi Energi

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Ilustrasi - Pekerja PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melakukan pengecekan di operasional PT KPI. Foto: PT KPI

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memandang lonjakan harga minyak dunia akibat eskalasi konflik di kawasa Timur Tengah sebagai momentum untuk mempercepat transisi energi baru terbarukan.

“Ini jadi momentum bagi pemerintah untuk terus mempercepat pengembangan energi baru terbarukan,” kata Dwi Anggia Juru Bicara Kementerian ESDM, Senin (9/3/2026) dikutip dari Antara.

Harga minyak mentah jenis Brent sebelumnya mencapai 118 USD per barel. Harga ini dinilai tinggi untuk pertama kalinya sejak 17 Juni 2022. Sedangkan rata-rata harga minyak jenis Brent (ICE) berada di angka 64 USD per barel dan US WTI diharga 57,87 USD per barel per Januari 2026.

Anggia menilai dinamika harga minyak dunia saat ini menjadi pengingat Kementerian ESDM untuk tidak bergantung pada satu sumber energi saja. Oleh karenanya, pihaknya akan mempercepat ekspansi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik panas bumi (PLTP), pembangkit listrik tenaga air (PLTA), dan bioenergi.

Dalam menangani dinamika yang sedang terjadi, Anggia juga menyampaikan prioritas pemerintah saat ini untuk terus menjaga stabilitas energi dalam negeri. Ia menyebut Kementerian ESDM telah menyiapakan berbagai strategi untuk menjaga ketahanan energi nasional dengan mengalihkan impor dari Timur Tengah ke negara-negara lain yang tidak melalui Selat Hormuz.

“Tetapi di tengah dinamika harga minyak global, ini juga berdampak positif untuk PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) sektor migas, karena kita juga punya produksi domestik di atas 600 ribu barel per hari,” tegas Anggia.

Untuk diketahui, dinamika harga minyak dipengaruhi oleh ketegangan regional di kawasan Timur Tengah, yakni serangan balas membalas antara AS-Israel dengan Iran. Eskalasi meningkat sejak 28 Februari dengan serangan yang dilakukan AS-Israel terhadap Iran. Lalu pada Minggu (8/3/2026) AS-Israel melayangkan serangan udara yang menargetkan fasilitas penyimpanan minyak di Teheran, Iran.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah fasilitas penyimpanan, termasuk Depo Minyak Shahran. Sehingga harga minyak dunia pun melonjak hingga menembus 100 USD per barel.(ant/mar/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Selasa, 10 Maret 2026
31o
Kurs