Dari pasar global, investor masih mencermati arah kebijakan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed), pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury, serta risiko geopolitik yang berpotensi meningkatkan volatilitas pasar keuangan.
Ketegangan geopolitik juga menjadi perhatian setelah kelompok Houthi di Yaman dilaporkan melancarkan serangan ke wilayah Arab Saudi, termasuk infrastruktur minyak Aramco dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
Perkembangan tersebut menambah perhatian pelaku pasar terhadap risiko gangguan pasokan energi dan pergerakan harga minyak dunia.
Dari dalam negeri, pelemahan rupiah dan potensi berlanjutnya aksi jual bersih investor asing atau net foreign sell turut membatasi pergerakan IHSG. Rupiah tercatat melemah 0,08 persen ke level Rp17.899 per dolar AS.
Pada awal perdagangan, IHSG sempat bergerak menguat sebelum berbalik ke zona negatif hingga penutupan sesi pertama.
NOW ON AIR SSFM 100

