Rabu, 25 Maret 2026

IHSG Berpotensi Bergerak Variatif, Investor Waspadai Konflik AS-Iran

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi. Saham naik. Foto: suarasurabaya.net

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak variatif pada Rabu (25/3/2026), di tengah kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG melemah 22,22 poin atau 0,31 persen ke level 7.084,62. Sementara itu, indeks LQ45 yang mencerminkan 45 saham unggulan justru menguat 1,20 poin atau 0,17 persen ke posisi 723,60.

Ratna Lim Kepala Riset Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi melemah dan menguji level support di kisaran 6.800–7.000.

“Investor sangat menantikan langkah pemerintah terkait pengelolaan fiskal dan kebijakan energi, yang bisa memengaruhi sentimen pasar,” ujarnya dilansir dari Antara.

Dari kancah internasional, Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menunda serangan militer terhadap pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Iran dan menghentikan sementara konflik, menyusul negosiasi yang diklaim AS telah berlangsung.

Namun, Iran membantah adanya negosiasi meski mengakui telah menerima pesan dari pihak ketiga mengenai permintaan dialog. Sebelumnya, Iran sempat mengancam akan menyerang infrastruktur energi, teknologi informasi, dan fasilitas desalinasi milik AS dan Israel jika terjadi agresi terhadap instalasi energinya.

Gejolak harga minyak mentah dan gas global juga mendorong bank sentral di berbagai negara meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi inflasi.

Pekan lalu, The Fed, European Central Bank (ECB), Bank of England (BoE), Bank of Japan (BoJ), dan Bank of Canada mempertahankan suku bunga masing-masing.

The Fed memproyeksikan satu kali penurunan suku bunga sebesar 25 bps tahun ini, tetapi investor lebih fokus pada risiko inflasi yang masih tinggi.

Di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) menurunkan ambang batas pembelian dolar AS yang wajib dilengkapi dokumen pendukung menjadi USD 50.000 dari sebelumnya USD 100.000, yang berlaku mulai 1 April 2026 dengan masa transisi hingga 30 April.

BI juga meningkatkan batas transaksi hedging korporasi menjadi USD 10 juta per transaksi dari USD 5 juta agar perusahaan bisa mengelola risiko nilai tukar secara lebih efektif.

Selain itu, pemerintah sedang meninjau langkah efisiensi anggaran, khususnya di pos pengeluaran kementerian/lembaga, guna menjaga disiplin fiskal sambil memastikan program prioritas tetap berjalan.

Opsi kebijakan kerja dari rumah (WFH) satu hari sepekan atau empat hari kerja bagi ASN dan swasta juga dikaji untuk mengurangi konsumsi BBM.

Di pasar global, bursa Eropa bergerak variatif pada Selasa (24/3/2026): Euro Stoxx 50 melemah 0,08 persen, FTSE 100 Inggris menguat 0,72 persen, DAX Jerman turun 0,07 persen, dan CAC Prancis naik 0,23 persen. Sementara itu, bursa AS di Wall Street kompak melemah: S&P 500 turun 0,37 persen ke 6.556,37, Nasdaq terkoreksi 0,77 persen ke 22.002,45, dan Dow Jones melemah 0,18 persen ke 46.124,06.

Di Asia, sentimen positif terlihat pada perdagangan pagi ini: indeks Nikkei Jepang naik 2,90 persen ke 53.767,90, Shanghai Composite menguat 1,07 persen ke 3.922,80, Hang Seng Hong Kong naik 1,27 persen ke 25.381,72, dan Strait Times Singapura bertambah 0,72 persen ke 4.897,49. (ant/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Rabu, 25 Maret 2026
31o
Kurs